SUARA USU
Musik

Band Pop Punk, Neck Deep dan Dedikasi Tinggi

Oleh: Farhan Muhammad Irsyadi

Suara USU, Medan. Apa yang anda pikirkan ketika mendengarkan frasa pop-punk, familiarkah telinga anda dengan jenis musik yang satu ini? pada kali ini kita akan membahas tentang musik pop-punk dan sebuah band fenomenal yang sempat menggegerkan dunia permusikan britania raya dengan karya-karyanya serta kisah inspiratif tentang dedikasi mereka dalam mengawali karir sebagai musisi..

Pop Punk dalah jenis musik yang menggabungkan tekstur dan tempo cepat punk rock dengan melodi dan progresi akord power pop. Genre ini poppuler di era-90 an akhir sampai dengan 2000-an awal dan sempat menjadi  musik yang menjadi langganan untuk tampil di televisi dan radio.Topik-topik yang sering di angkat adalah terkait kehidupan sehari-hari yang berkutat pada kenakalan remaja, topik-topik jenaka, dan hal-hal yang ringan, lalu mulai ada pergeseran di angkatan 2010-an yang mulai mengarah kepada topik yang yang lebih serius seperti mengenai masalah personal, kesehatan mental, kehidupan dewasa awal, termasuk tentang krisis pencarian jadi diri yang sering sulit untuk dilalui di masa-masa dewasa awal –dan periode lainntya.. Beberapa band yang popular di genre ini antara lain Blink 182, All Time Low, The Wonder Years, The Story So Far dan tentunya Neck Deep, yang akan kita bahas pada tulisan kali ini.

Neck Deep adalah band asal Wales yang terbentuk di tahun 2012 dari Kota Wrexham, sebuah pusat industri dan pasar. Neck Deep lahir di saat geliat pop-punk di skena underground mulai menunjukkan taringnya kembali yang mana juga menambah kesuksesan  kembalinya jenis musik ini ke permukaan setelah sempat  tenggelam di tataran musik rock mainstream. Dengan membawakan musik pop punk dengan warna yang lebih berat dan tetap memiliki tema patah hati yang sering dialami remaja. Neck Deep keluar bak bala bantuan tambahan dalam upaya pertarungan mempertahankan eksistensi genre musik pop-punk di dunia.

Mengawali karir diusia yang masih muda, tentunya mereka berangkat dengan kondisi yang tidak mudah karena masih belum memiliki nama dan masih kurang makan asam-garam kehiupan. Namun nyatanya Neck Deep muncul ke public dengan keberanian dan dedikasi tinggi yang mana nantinya akan berpengaruh kepada tindakan dan pilihan yang mereka ambil dalam membangun karir sebagai band. Mereka adalah 5 orang remaja –dewasa muda- yang berani memutuskan untuk terjun ke dalam dunia musik secara kaffah, dengan mengusung aliran musik yang cukup  popular yaitu pop-punk.

Perjalanan bermusik Neck Deep bermula saat Ben Barlow, vokalis neck deep bertemu dengan mantan gitaris utama Lloyd Roberts yang kemudian bersepakat membuat sebuah band beraliran pop-punk dengan sebuah rilisan debut single yang menjadi pintu dan langkah awal mereka berkarir di kancah musik pop punk. Dilansir dari Hai Online disebutkan nama Neck Deep sendiri berasal dari  lilirk lagu berjudul Boom, Roasted, darimsebuah band yang berasal dari South Jersey yang juga memainkan musik sejenis bernama Crucial Dudes.Tak disangka-sangka mereka berhasill melambungkan nama Neck Deep dalam waktu yang tergolong singkat dengan  mengudaranya sebuah musik video di youtube yaitu single perdana mereka yang berjudul “What Did You Expect” yang spontan berhasil membuat mereka dikenal cukup luas, momen ini pula-lah yang menjadi awal dari kiprah Neck Deep di dunia musik.

Setelah cukup berhasil melambungnya nama mereka  pasca rilis single pertama, lantas formasi Neck Deep sebagai band mulai terbentuk yaitu dengan bergabungnya Matt West sebagai gitaris irama, Dani Washington sebagai drummer, dan mantan bassis Fil Thrope-Evans yang melengkapi formasi awal Neck Deep sebagai band. Kemudian mereka merilis sepasang EP, Rain In July  dan A History of Bad Decision pada tahun 2013, yang mana keduanya direkam oleh kakak Ben Barlow, yang pada perkembangannya akan ikut mengisi mengisi posisi pemain bass pada awal tahun 2020 setelah sebelumnya sempat ditinggal Fil Thrope-Evans pada 2018 yang mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi dari akun media sosial mereka.

Perjalanan karir mereka menuju puncak mulai melihat titik terang ketika mereka mulai bergabung dengan label yang lebih besar. Setelah sebelumnya tergabung dengan sebuah label musik asal Bostton, We Are Triumphant. Perjalanan Neck Deep kemudian berlabuh di salah satu label rekaman yang cukup disegani dan banyak melahirkan musisi-musisi handal,yaitu Hopeless Record. Berkarir dengan label sekaliber Hopeless Record berhasil membuat eksistensi Neck Deep meningkat pesat. Hingga akhirnya mereka sukses merilis album penuh dibawah naungan Hopeless Record pada Januari 2014 bertajuk “Wishful Thinking”. Yang mana juga menjadi titik awal Neck Deep menjadi proyek band penuh waktu ketika para  personel Neck Deep memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan mereka dan / atau memutuskan keluar dari universitas dan memusatkan fokus mereka untuk mengembangkan band. Tak lama berselang, di tahun berikutnya Neck Deep kembali  merilis album kedua mereka bertajuk “Life’s Not out to Get You” (2015) yang berhasil bertengger di posisi ke 8 di Inggris, mencapai 20 besar di As serta 40 besar di Irlandia dan Australia.

Tak lama setelah album ini berhasil dirilis pada pertengahan Agustus, mencuat kabar tidak mengenakkan dari salah satu personel Neck Deep, yaitu LIoyd Roberts –gitaris- memutuskan untuk keluar dari band akibat tuduhan pelanggaran seksual –yang kemudian kasusnya ditutup/ tidak terbukti bersalah- dan kemudai digantikan oleh Sam Bowden. Lalu pada Agustus 2017 Neck Deep kembali merilis album ketiga yaitu “The Peace and The Panic” yang yang mana kedua Album tersebut langsung berhasil menggait penggemar musik pop-punk dan lintas genre untuk bisa menyatakan diri mereka sebagai penggemar grup band yang sering menggunakan frasa Generic Pop Punk yang di gabungkan dengan nama band mereka di dalam desain baju, bendera, maupun banner yang sering mereka gunakan ketika di panggung.

Perjalanan karir musik Neck Deep kemudian mendapatkan banyak perkembangan serta ada sedikit pergeserah perfensi kisah dan warna yang ada di album teranyar mereka “All Distorsion Are Intentional” yang rilis ditengah situasi pandemi pada pertengan tahun 2020 yang menjadi soundtrack yang menemani para pecinta musik pop-punk dalam menjalani hari di tengah situasi pandemi.

Dengan dedikasi yang tinggi yang dicurahkan pada setiap fase perjalanan karir Neck Deep di dunia permusikan, band ini juga mendapatkan beberapa penghargaan atas jerih payah mereka dalam mengembangkan band ini. Beberapa penghargaan yang pernah diraih kelompok musik antara lain Best British Newcomer dari Kerrang! Awards pada 2014, lalu Best Live Band pada 2016  dari APMAs (Alternative Press Music Awards) dan Best British Band dari Rock Sound Awards pada 2017 serta tidak ketinggalan juga Neck Deep berhasil mendapat penghargaan untuk Best Single untuk lagu yang berjudul “In Bloom” pada 2018 dari Kerrang Awards.

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Lagu Selaras, Tentang Kehilangan dan Menemukan

redaksi

Abadinya Kisah Kita Lewat Lagu “Kota Medan Sore Itu”, Yuk Intip Fakta Menarik Dibaliknya

redaksi

Merayakan Datangnya Awan Kelabu dengan EP “Kalah Bertaruh”

redaksi