Home Kabar Kampus BEM FKM USU Gelar PHIA 5.0 Bersama PMI Edukasi Pertolongan Pertama
Kabar Kampus

BEM FKM USU Gelar PHIA 5.0 Bersama PMI Edukasi Pertolongan Pertama

Share

Reporter: Maudy Fara Nabila dan Rizka Delifina Az Zahra

Suara USU, Medan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menggelar program pengabdian masyarakat melalui Public Health in Action Batch 5.0 (PHIA 5.0) dengan tema SAFE (School Action for First Aid Education). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di SMP Negeri 41 Medan, Jalan Bunga Ncole Raya No. 129, Namu Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Program ini merupakan wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan di lingkungan sekolah, khususnya di bidang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini menjadi landasan utama pelaksanaan program ini, mengingat kecelakaan kecil di lingkungan sekolah kerap terjadi tanpa bisa diprediksi. Melalui tema SAFE, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tanggap terhadap kondisi darurat sekaligus membentuk generasi muda yang peduli dan sigap dalam memberikan pertolongan pertama.

Jerniati S., selaku Ketua Panitia PHIA 5.0, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat. Ia berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi para peserta. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi adik-adik untuk membantu teman-teman mereka ketika mengalami cedera,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, PHIA 5.0 berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal siswa terkait P3K, sebelum relawan PMI menyampaikan materi edukasi mengenai penanganan kondisi darurat sederhana, seperti penanganan luka ringan dan pendarahan.

Tidak hanya teori, siswa juga diajak mengikuti sesi praktik langsung yang dipandu oleh relawan PMI, mencakup teknik pembalutan luka dan langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat. Momen ini menjadi bagian yang paling dinantikan, karena para siswa dapat langsung mencoba dan merasakan sendiri bagaimana cara menangani kondisi darurat secara benar. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test guna mengukur sejauh mana pemahaman siswa meningkat setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif berpartisipasi di setiap sesi, tak segan bertanya, bahkan saling mencoba mempraktikkan teknik pembalutan satu sama lain. Keterlibatan aktif tersebut membuat materi yang disampaikan jauh lebih mudah dipahami dan diingat.

Salah satu peserta, Kelvin, turut menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Edukasi P3K dari PMI tadi membuat saya mengerti bahwa menangani kecelakaan harus dilakukan secara bertahap dan tidak boleh sembarangan,” ungkapnya.

Pihak sekolah pun menyambut baik kolaborasi ini. Kegiatan PHIA 5.0 dinilai memberikan manfaat yang melampaui sekadar pengetahuan akademis, karena secara langsung membekali siswa dengan keterampilan praktis yang bisa digunakan kapan saja dan di mana saja, bahkan berpotensi menyelamatkan nyawa.

Melalui Public Health in Action 5.0, FKM USU bersama PMI menunjukkan sinergi nyata dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, PHIA diharapkan tumbuh menjadi gerakan yang konsisten menjangkau lebih banyak sekolah di Kota Medan dan sekitarnya, demi terwujudnya lingkungan yang lebih aman, sehat, dan siap menghadapi keadaan darurat.

Redaktur: Frianka Raya Sitanggang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.