SUARA USU
Opini

Cegah Narkoba : Keluarga dan Pemerintah Harus Berperan Aktif

Penulis: Okto Situmeang

Saat ini penggunaan narkoba menjadi permasalahan yang krusial, terutama pada kehidupan bangsa Indonesia atau lebih tepatnya di era millenial saat ini. Tentu, pendidikan karakter dan moral menjadi salah satu point utama dalam mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang unggul dan tangguh. Dapat dikatakan bahwa, hal tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan yang harus dicapai oleh pemerintah Indonesia. Terkhusus instansi dalam bidang pendidikan, yaitu dengan menghasilkan generasi Indonesia yang berdaya saing dan terbebas dari pengaruh buruk narkoba. Kegagalan dalam mendidik sama dengan kegagalan membangun bangsa. Keutamaan yang paling pokok adalah menjadikan generasi unggul, membangun etos kerja produktif, terampil, kreatif, disiplin dan profesional. Terkadang istilah yang disebut “obat” ini, tak urung menimbulkan rasa kecanduan jika dipakai secara berlebihan, serta dimanfaatkan sebagai obat penghilang rasa nyeri, memberikan ketenangan, dan menyebabkan euforia yang berlebihan.

Tertuang dalam UU Narkotika Pasal 1 ayat 1 No. 35 tahun 2009 menyatakan bahwa, narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Banyak alasan mengapa narkoba sangat mudah didapatkan. Menimbang dari dua sisi, narkoba merupakan salah satu ladang bisnis yang dapat memberikan keuntungan dan sangat menjanjikan, karena setiap orang bisa melakukan bisnis narkoba tanpa memandang status sosial, mulai dari artis, masyarakat, mahasiswa, pejabat dan lain sebaginya. Seiring dengan berjalannya waktu, penyebaran narkoba semakin lama semakin beragam, apalagi dengan perkembangan teknologi yang pesat membuat informasi mudah didapatkan termasuk tentang narkoba. Dampak dari pesatnya teknologi ini, salah satunya adalah mudahnya untuk mengakses informasi dengan cepat tanpa ada filterisasi terlebih dahulu.

Dikutip dari Badan Nasional Narkotika Republik Indonesia, menurut perkiraan WHO ( World Health Organization) pada tahun 2012, ada sekitar 162-324 juta orang di dunia yang berusia antara 15-64 tahun yang pernah mengonsumsi narkoba. Sementara pengguna narkoba teratur dan pecandu yang sudah ketergantungan diperkirakan mencapai angka 16 sampai dengan 39 juta orang. Berdasarkan analisis bersama, WHO, UNODC dan World Bank memperkirakan ada sekitar 12,7 juta (range/kisaran 8,9-22 juta) pengguna narkoba dengan suntik. Sedangkan narkoba yang paling sering digunakan ada jenis ganja (cannabinoids) dengan perkiraan mencapai 177 juta pengguna, diikuti oleh opioid, ATS dan kokain.

Lalu, terkhusus di Indonesia sendiri, bagaimanakah upaya BNN dalam memberantas narkoba?. Menghadapi tahun 2021, BNN mempersiapkan empat langkah penting dalam pemberantasan narkoba, yaitu peningkatan profesionalitas anggota BNN, mendorong modernitas teknologi, kepercayaan publik, serta menigkatkan sinergitas antara lembaga dan elemen, diutarakan oleh Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono selaku Kabiro Humas dan Protokol BNN.

Sebenarnya, dalam upaya pencegahan dan penanganan dampak buruk narkoba, secara sederhana dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Karena setelah seseorang dilahirkan, keluarga merupakan agen sosialisasi yang pertama yang bersifat non-formal. Orang tua berperan dalam memberikan pendidikan dan motivasi yang baik untuk mendukung perkembangan seorang anak agar memiliki moral dan karakter yang baik, orang tua pun harus mampu berkoordinasi dengan baik terhadap guru di lingkungan sekolah. Media massa juga dapat berperan dalam pencegahan dari penyalahgunaan narkoba, dengan membuat iklan masyarakat tentang bahaya narkoba yang bekerjasama dengan pemerintah. Narkoba memang memiliki bentuk yang sangat kecil dan mudah untuk didapatkan, namun efek yang ditimbulkan sangat fatal dan mematikan. Oleh karena itu sebagai generasi muda harapan bangsa Indonesia, marilah kita sama- sama berfikir positif dan menjauhi narkoba, demi terwujudnya generasi emas bangsa Indonesia yang unggul, kreatif dan inovatif.

Redaktur : Wiranto Asruri Siregar

Related posts

Pemberlakuan Aturan Larangan Mudik, Pelaku Industri Transportasi Darat Panik

redaksi

(Masih) Menyoal tentang Miras, Melihat dari Sisi yang Berbeda

redaksi

Uji Materi Ditolak, Koruptor Menang Telak!

redaksi