Home Tulisan Dari Medan ke Roma, Menemukan Rumah Baru di Negeri Pizza
Tulisan

Dari Medan ke Roma, Menemukan Rumah Baru di Negeri Pizza

Share

Oleh: Shafa Yasmin As Sajidah

Suara USU, Medan. Pepatah “All roads lead to Rome” kerap dimaknai sebagai banyaknya jalan untuk mencapai tujuan. Bagi seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Roma bukan sekadar ibu kota Italia, melainkan simbol kesempatan menuntut ilmu di luar negeri. Kesempatan tersebut akhirnya terwujud melalui program pertukaran pelajar hasil kerja sama bilateral antara USU dan Sapienza University of Rome, Italia.

Program pertukaran pelajar ini difasilitasi oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) USU. Seluruh proses seleksi hingga nominasi dilakukan secara terstruktur guna memastikan kesiapan akademik dan mental peserta. Sebelum keberangkatan, mahasiswa peserta program mendapatkan pembekalan dari Kepala KUI USU, Prof. Rudy Sofyan, mengenai sistem perkuliahan dan kehidupan sehari-hari di Italia. Pembekalan tersebut mencakup perbedaan gaya belajar, budaya masyarakat setempat, hingga kesiapan menghadapi musim gugur dan musim dingin.

Sapienza University of Rome merupakan salah satu perguruan tinggi negeri tertua dan terbaik di Italia. Didirikan pada tahun 1303 oleh Paus Boniface VIII, universitas ini memiliki 11 fakultas dan menjadi rumah bagi mahasiswa dari berbagai negara. Dalam program pertukaran ini, mahasiswa USU diterima di Fakultas Political Science, Sociology, and Communication Science, tetapi memilih mengikuti perkuliahan pada program Global Humanities di bawah Fakultas Arts and Humanities.

Sistem pembelajaran di Sapienza University menekankan kolaborasi, diskusi kritis, serta partisipasi aktif mahasiswa. Salah satu mata kuliah yang diikuti adalah International Relations, Nationalisms, and Minorities yang mengharuskan mahasiswa bekerja dalam kelompok lintas negara. Proyek kelompok tersebut ditutup dengan presentasi bertajuk Peace and Sovereignty of Westphalia di hadapan dosen dan mahasiswa internasional, menjadi ruang pertukaran gagasan dari berbagai perspektif budaya dan akademik.

Untuk mendukung adaptasi di lingkungan lokal, mahasiswa juga mengikuti Kursus Bahasa Italia yang disediakan oleh pihak universitas. Selain kegiatan akademik, partisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Roma turut memperkaya pengalaman selama berada di luar negeri. Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan sekaligus penguat identitas di tengah kehidupan perantauan.

Kehidupan di Roma menghadirkan pengalaman unik bagi mahasiswa. Aktivitas sehari-hari berlangsung di tengah bangunan bersejarah yang menjadi saksi peradaban Romawi Kuno. Perjalanan menuju kampus dipenuhi pemandangan situs bersejarah yang menyatu dengan dinamika kota modern, memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga kultural.

Lebih dari sekadar menempuh studi, pengalaman mengikuti program pertukaran pelajar ini menjadi proses pembentukan mentalitas. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, toleransi terhadap perbedaan budaya, serta keberanian menghadapi tantangan, termasuk kendala bahasa. Dari perjalanan ini, mahasiswa belajar bahwa menuntut ilmu di luar negeri bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi juga tentang bertumbuh, menemukan perspektif baru, dan membangun kesiapan menghadapi dunia global.

Artikel ini merupakan publikasi syarat konversi SKS program MBKM Ilmu Politik USU

Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.