
Oleh: Gabriella Beatrix, Sheren Uliana, Christin Br. Manik, Grace Olivia
Suara USU, Medan. Konsumsi kopi di Indonesia menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. International Coffee Organization (ICO) melaporkan adanya kenaikan signifikan konsumsi kopi selama periode 2020/2021 yang dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup dan tren. Data National Coffee Association tahun 2016 juga menunjukkan bahwa sekitar 40 persen individu berusia 18 hingga 24 tahun mengonsumsi kopi setiap hari. Tingginya angka tersebut menjadikan konsumsi kopi di kalangan mahasiswa sebagai fenomena yang semakin menonjol.
Kemudian, kopi menjadi salah satu minuman favorit yang populer dikonsumsi oleh mahasiswa. Secara alami, kopi mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti kafein, asam klorogenat, protein, serta beberapa asam organik lainnya, termasuk sitrat, malat, dan oksalat. Kandungan ini memberikan efek fisiologis bagi tubuh, mulai dari membantu menurunkan risiko penyakit kronis hingga meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan suasana hati. Berbagai manfaat tersebut menjadikan kopi sebagai pilihan utama di kehidupan kampus, terutama sebagai pendamping aktivitas belajar saat mahasiswa menghadapi deadline yang mepet dan jadwal perkuliahan yang padat.
International Coffee Organization (ICO) melaporkan terdapat peningkatan signifikan konsumsi kopi di Indonesia selama periode 2020/2021 yang dipengaruhi oleh gaya hidup atau trend. Berdasarkan data National Coffee Association tahun 2016 menunjukkan sekitar 40% usia 18 hingga 24 tahun mengkonsumsi kopi setiap harinya. Tingginya konsumsi kopi di kalangan mahasiswa menjadi fenomena yang semakin menonjol dalam beberapa tahun ini. Hal ini dikarenakan kebutuhan untuk tetap terjaga, meningkatkan fokus dan kecepatan berpikir saat mengejar deadline tugas.
Sejumlah survei dan penelitian berbasis kampus di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengonsumsi kopi secara rutin, baik setiap hari maupun beberapa kali dalam seminggu. Temuan tersebut sejalan dengan hasil wawancara yang dilakukan penulis terhadap salah satu mahasiswa, Nata mahasiwa Fakultas Keperawatan USU, mengungkapkan bahwa jumlah kopi yang dikonsumsinya bergantung pada tingkat kekuatan kopi itu sendiri. “Tergantung, kalau kopinya strong minimal dua gelas, tapi kalau yang kurang strong bisa tiga sampai empat gelas per hari,” ujarnya.

Namun, dibalik manfaat kopi yang membantu mahasiswa tetap terjaga, tentu konsumsi kopi berlebihan akan memberikan dampak. Toleransi kafein setiap individu tentu berbeda sehingga respons tubuh pun tidak selalu sama. Sejumlah mahasiswa mengaku mengalami kondisi fisik yang kurang nyaman apabila konsumsi kopi berlebihan, seperti rasa mual, jantung berdebar, hiperaktivitas, dan kesulitan tidur. Kondisi ini membuat salah satu mahasiswa, Julia mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik USU mengatakan merasa khawatir karena efek kopi justru bertahan hingga waktu istirahat, sehingga mengganggu pola tidur.
Beberapa mahasiswa memiliki persepsi tersendiri mengenai cara aman mengonsumsi kopi saat harus begadang. Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, Evelin menyampaikan bahwa mengonsumsi makanan terlebih dahulu sebelum minum kopi menjadi cara yang ia lakukan untuk menjaga kondisi tubuh tetap nyaman.
Namun, di tengah padatnya tuntutan akademik, apakah mahasiswa sudah mengetahui dan menjalankan pedoman batas konsumsi kopi yang aman? atau hanya berpedoman terhadap kebiasaannya saja? Tentu hal ini dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk serta mengganggu produktivitas tubuh mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan tips konsumsi kopi yang aman agar mata tetap melek tanpa menimbulkan gangguan pada tubuh. Simak penjelasan dibawah ini!
Menurut ahli gizi dari IPB University, asupan kafein harian yang aman bagi orang dewasa sekitar 300–400 miligram per hari atau setara dengan dua hingga tiga gelas kopi. Selain memperhatikan jumlah, konsumsi kopi juga sebaiknya tidak saat perut kosong dan hindari konsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, mengurangi tambahan gula atau krimer, serta memperhatikan respons tubuh menjadi hal penting. Di samping itu, kebutuhan cairan tubuh juga harus terjaga dengan mengonsumsi air putih agar tidak mengalami dehidrasi.
Selain pentingnya kesadaran mahasiswa, berbagai pihak juga memiliki peran dalam mendorong kesejahteraan mahasiswa, khususnya pekerja sosial. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan edukasi bersama, pendampingan mahasiswa, serta promosi perilaku hidup sehat, termasuk dalam kebiasaan konsumsi kopi. Melalui pendekatan ini, pekerja sosial dapat membantu membangun kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan diri di lingkungan kampus. Upaya preventif ini diharapkan mampu mendukung mahasiswa dalam menghadapi tekanan perkuliahan secara lebih sehat dan berkelanjutan.
Pemahaman mahasiswa terhadap tips konsumsi kopi yang aman menjadi langkah penting agar kopi dapat berfungsi sebagai teman mengejar deadline tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, khususnya pekerja sosial, mahasiswa diharapkan tidak berfokus pada pencapaian akademik, tetapi mampu memperhatikan kesejahteraan diri secara menyeluruh. Tuntutan akademik khususnya deadline yang mepet memang sulit dihindari dalam kehidupan kampus. Namun, kesadaran mahasiswa dalam mengelola cara mengatasinya merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri. Mata boleh tetap melek, tetapi kesehatan tetap menjadi prioritas bagi mahasiswa.
Artikel ini merupakan tugas Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Pekerjaan Sosial dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritongga, S.Sos., M.Kesos.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment