Reporter: Deswina Listiani Matondang
Suara USU, Medan. Layanan perpustakaan digital iPusnas mengalami gangguan sejak awal Januari 2026, menyebabkan pengguna kesulitan mengakses buku elektronik dan fitur peminjaman. Gangguan ini terjadi setelah adanya proses pemeliharaan sistem yang dilakukan pengelola layanan.
iPusnas merupakan platform perpustakaan digital yang dikelola oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan digunakan masyarakat luas di Indonesia sebagai sarana membaca buku digital secara gratis. Aplikasi ini menyediakan layanan peminjaman buku elektronik, sistem antrian, serta akses koleksi bacaan dari berbagai perpustakaan daerah yang terintegrasi.
Perawatan sistem pertama kali diumumkan pada 4 Januari 2026 dengan target penyelesaian awal pada 8 Januari. Namun, layanan belum kembali normal sesuai jadwal tersebut. Pada 9 Januari 2026 pengelola menyampaikan bahwa proses pemeliharaan diperpanjang tanpa kepastian waktu pemulihan. Perbaikan disebut mencakup sistem pencarian dan peminjaman. Setelah pengumuman tersebut, pengguna tidak menerima kepastian mengenai progres pemulihan layanan hingga akhirnya pengelola kembali memberikan pembaruan resmi pada 19 Januari 2026.
Pihak pengelola kembali mengumumkan pada 19 Januari 2026 bahwa perawatan sistem masih berlanjut dan tidak hanya berfokus pada perbaikan layanan, tetapi juga penguatan keamanan sistem serta perlindungan data pengguna. Pada pengumuman tersebut, pengelola memperkirakan proses perawatan berlangsung hingga 25 Januari 2026.
Pengelola sempat mengumumkan pada 31 Januari 2026 bahwa layanan iPusnas berbasis web dan Android telah kembali normal dan dapat diakses oleh pengguna. Namun, sejumlah pengguna masih melaporkan berbagai kendala, seperti aplikasi tidak dapat dibuka, proses peminjaman gagal, serta sistem yang keluar sendiri saat digunakan.
Salah satu pengguna iPusnas, Auliyah, seorang pekerja yang gemar memanfaatkan perpustakaan digital. Ia memanfaatkan iPusnas untuk mengakses berbagai buku bacaan di sela waktu luangnya karena praktis dan mudah di jangkau. Auliyah mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. “Awal-awal pakai iPusnas itu lancar. Gangguan baru mulai terasa dari akhir Desember sampai sekarang, pernah tanya admin kemenkeulib emang bertahap pemulihannya, tapi kenapa yang sudah pulih error lagi,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa kendala paling sering dialami adalah kegagalan sistem saat mengakses buku.“Buku tidak bisa diunduh, login susah, kadang aplikasinya keluar sendiri,” tambahnya.
Terkait pemulihan layanan yang disampaikan pengelola, pengguna tersebut mengaku merasa kesal. Menurutnya, ketidakpastian waktu pemulihan membuat pengguna tidak bisa terus bergantung pada iPusnas.“Geram dan kesal, tapi udah di tahap acceptance, selama digilib daerah masih aman,” ujarnya.
Memasuki Februari, tepatnya pada 4 Februari 2026, pengelola kembali mengumumkan bahwa layanan peminjaman iPusnas belum dapat digunakan. Hal ini disebabkan ditemukannya celah keamanan sistem yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab sehingga pengelola perlu melakukan proses pengamanan dan pemulihan sistem lebih lanjut. Pengguna disarankan untuk mengakses koleksi digital melalui layanan alternatif lain milik Perpusnas maupun perpustakaan daerah.
Berdasarkan pengumuman resmi pengelola melalui kanal informasi publik dan media sosial Perpusnas sepanjang Januari hingga Februari 2026, proses pemulihan dilakukan secara bertahap karena mencakup peningkatan sistem layanan dan penguatan keamanan data pengguna. Proses ini memerlukan waktu lebih lama untuk memastikan sistem kembali stabil sebelum dioperasikan sepenuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pemberitahuan lanjutan mengenai kepastian waktu pemulihan layanan iPusnas secara menyeluruh. Gangguan yang berlangsung lebih dari satu bulan ini masih menjadi perhatian pengguna, terutama pelajar dan mahasiswa yang bergantung pada layanan perpustakaan digital untuk kebutuhan literasi dan referensi akademik.
Redaktur: Lucy Kezia Simarmata
Leave a comment