Reporter : Kristina Nainggolan dan Anastasyia Sitinjak
Suara USU, Medan. Tim Smart Transit Innovation Team (STIT) Universitas Sumatera Utara berhasil meraih Juara Harapan I dalam Lomba Invensi dan Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Medan (BRIDA). Kegiatan yang berlangsung pada 26 Januari hingga 10 Februari 2026 tersebut bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan kemacetan dan ketidakteraturan angkutan umum di Kota Medan.
Tim Smart Transit Innovation Team (STIT) terdiri atas mahasiswa lintas disiplin ilmu. Tim ini diketuai oleh Renta Sitanggang dari Program Studi Ekonomi Pembangunan. Selain itu, tim juga beranggotakan Muhammad Rafy Hafizy (Ekonomi Pembangunan), Santas Fransiskus Gultom (Teknik Mesin), dan Izazi Kaysfi (Ilmu Hukum).
Ketua Tim STIT, Renta Sitanggang, menjelaskan bahwa motivasi keikutsertaan mereka berangkat dari keresahan terhadap kondisi transportasi publik di Kota Medan. “Kami melihat permasalahan antara penumpang dan angkutan umum semakin kompleks. Angkot masih sering berhenti sembarangan, menimbulkan kemacetan dan ketidaknyamanan bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, kami ingin menghadirkan solusi yang lebih tertib, efisien, dan terintegrasi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kembali adanya pengalaman pribadi yang menjadi pemicu lahirnya gagasan tersebut. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman tersebut, tim merancang inovasi TERTIB sebagai halte pintar berbasis sensor dan sistem digital yang terintegrasi dengan manajemen lalu lintas kota. Halte ini dilengkapi sensor kendaraan, panel informasi digital, serta sistem monitoring lalu lintas secara real-time yang dapat mempermudah penumpang mendapatkan informasi kedatangan angkutan secara akurat, dan membantu mengatur arus kendaraan agar lebih lancar dan tertib.
Dalam proses persiapan lomba, tim memulai dengan pendaftaran resmi melalui panitia BRIDA Kota Medan, kemudian melakukan riset terkait persoalan kemacetan dan ketidakteraturan angkutan umum di Medan. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perancangan konsep teknologi yang realistis, keterbatasan pengalaman dalam pengodingan, serta koordinasi lintas jurusan di tengah kesibukan akademik. Meski demikian, melalui pembagian tugas sesuai keahlian masing-masing, tim berhasil menyelesaikan proposal dan presentasi hingga tahap final dengan hasil yang memuaskan.
Ke depan, tim berharap inovasi TERTIB dapat dikembangkan menjadi prototipe dan diuji cobakan di Kota Medan, serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun sektor swasta agar dapat terintegrasi dalam sistem transportasi berbasis smart city.
Menutup sesi wawancara, Renta menyampaikan “Kami berharap TERTIB tidak hanya berhenti pada tahap kompetisi, tetapi benar-benar bisa diwujudkan dan diterapkan di Kota Medan. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimis inovasi ini dapat membantu menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib, aman, dan efisien bagi masyarakat,” pungkasnya.
Redaktur: Lucy Kezia Simarmata
Leave a comment