Home Musik Keberanian Menjalani Hidup dalam Lagu “The Nights” Milik Avicii
Musik

Keberanian Menjalani Hidup dalam Lagu “The Nights” Milik Avicii

Share

Oleh:  Ezra Adelia Sinaga

Suara USU, Medan. Musik sering kali hadir bukan hanya sebagai hiburan, melainkan teman di tengah penatnya rutinitas. Ada yang memutarnya saat mengerjakan tugas, menemani perjalanan pulang, atau sekadar mengisi ruang sunyi ketika pikiran sedang penuh. Dari sekian banyak lagu yang diputar hingga hari ini, “The Nights” milik Avicii tetap menjadi nomor ikonik yang melekat kuat di kalangan anak muda. Dirilis pada 2014, trek energik ini kerap menghiasi berbagai video perjalanan, dokumentasi pendakian, momen kelulusan, hingga unggahan perjuangan orang-orang dalam mengejar mimpi. Namun, di balik balutan irama EDM-nya yang penuh energi, tersimpan kisah pembuatan yang emosional serta lirik bermakna mendalam yang menyimpan nasihat kehidupan.

Lahirnya lagu ini tidak lepas dari kolaborasi antara Avicii (Tim Bergling) dan penyanyi sekaligus penulis lagu Nick Furlong. Furlong menulis draf awal lagu ini sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum ayahnya, terinspirasi oleh nasihat sang ayah yang selalu menyemangatinya saat kecil. Ketika materi tersebut dikirimkan kepada tim Avicii, musisi asal Swedia itu langsung merasa terhubung secara personal. Tim Bergling yang dikenal sering bergulat dengan tekanan popularitas dan kecemasan melihat pesan dalam lagu tersebut mirip dengan hubungan hangatnya bersama sang ayah, Klas Bergling, yang selalu memintanya untuk menjaga kebahagiaan dan kesehatan jiwa. Avicii kemudian meracik instrumen folktronik energik yang menggabungkan petikan gitar folk dengan irama dance khasnya, melahirkan kontras indah antara ketukan musik yang ceria dan kehangatan sebuah pesan personal.

Pada bagian awal, lagu ini langsung menyapa pendengar dengan penggalan nasihat sederhana, “He said, ‘One day you’ll leave this world behind, so live a life you will remember’” (Dia berkata, ‘Suatu hari nanti kamu akan meninggalkan dunia ini, jadi hiduplah dengan cara yang akan kamu kenang’). Lirik tersebut mengingatkan bahwa hidup ini fana, sehingga penting untuk menjalani hari-hari yang bernilai dan berkesan. Pesan ini disampaikan secara rileks namun menohok, layaknya wejangan orang tua yang baru benar-benar kita pahami saat beranjak dewasa. Semakin bertambah usia, manusia dihadapkan pada persimpangan keputusan, mulai dari bingung menentukan arah karier hingga takut mencoba hal baru. Lewat lagu ini, Avicii tidak menuntut kita untuk menjadi orang paling sukses, melainkan mengingatkan bahwa hidup terus berjalan dan terlalu lama menunggu momen aman hanya akan membuat kesempatan berharga terlewat.

Pesan tersebut semakin membekas melalui bait, “My father told me when I was just a child: ‘These are the nights that never die’” (Ayahku pernah berkata saat aku masih kecil: ‘Inilah malam-malam yang tidak akan pernah mati’). Ungkapan “malam-malam yang tak pernah mati” tentu bukan bermakna harfiah, melainkan metafora bagi kenangan yang terus hidup dalam ingatan. Momen spontan seperti perjalanan tanpa rencana bersama teman, perbincangan hangat hingga larut malam, atau keputusan nekat sering kali menjadi cerita yang paling berkesan. Pada dasarnya, manusia jarang mengingat hari-hari yang berjalan biasa saja; kenangan justru tercipta dari keberanian mengambil risiko dan menikmati tiap detik pengalaman yang tak terduga.

Puncak kekuatan pesan lagu ini terletak pada bait yang sering kali terlewatkan, “When thunder clouds start pouring down, light a fire they can’t put out” (Saat awan badai mulai menurunkan hujan, nyalakan api yang tak bisa mereka padamkan). “Badai” merepresentasikan ujian hidup yang tak bisa dihindari, seperti kegagalan rencana, usaha yang belum membuahkan hasil, atau keputusan yang meleset. Sementara itu, “api” melambangkan semangat yang harus terus dijaga. Avicii tidak memaksakan pendengarnya untuk selalu kuat, karena merasa takut dan kecewa adalah hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar jangan sampai badai masalah memadamkan impian kita. Pesan ini terasa sangat relevan bagi siapa pun yang sedang berjuang, menegaskan bahwa tidak apa-apa berjalan pelan selama kita tidak berhenti melangkah.

Pada akhirnya, “The Nights” menjadi salah satu karya langka yang tak hanya memacu adrenalin selama beberapa menit, tetapi juga meninggalkan perenungan panjang. Latar belakang pembuatannya yang berakar dari ikatan kasih sayang seorang ayah menjadikan lagu ini terasa begitu autentik. Lagu ini menegaskan bahwa hidup tidak harus sempurna untuk menjadi sesuatu yang layak dikenang. Rasa takut dan keraguan akan selalu ada, namun selalu ada pula kesempatan untuk mencoba sekali lagi. Keberanian sejati bukanlah tentang tidak pernah merasa takut, melainkan keputusan untuk tetap melangkah walau belum tahu apa yang menunggu di ujung jalan.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.