Reporter: Ghefira Mannawa Salwa
Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara 1 dalam HIPMI Business Competition (HBC) 2026 melalui Karo Aroma (KAROMA), inovasi Minyak Karo dalam bentuk balm stick aromatik berbasis kearifan lokal. Kompetisi tersebut berlangsung pada 3 September 2026 di Gedung Pancasila USU.
Prestasi tersebut diraih empat mahasiswa angkatan 2025, yakni Ilwa Imam Triansyah, Irvani Khafifah, dan Raysha Almira dari Program Studi Manajemen serta Isabela Sitorus dari program studi vokasi. Keempatnya sebelumnya berasal dari beberapa tim berbeda sebelum menyatukan gagasan dan membentuk satu tim untuk mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh HIPMI PT Sumut.
KAROMA dikembangkan sebagai produk personal care modern berbasis kearifan lokal dengan mengubah Minyak Karo berbentuk cair menjadi balm stick aromatik. Gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan akan bentuk Minyak Karo yang lebih praktis digunakan dan dibawa dalam aktivitas sehari-hari.
Selain mengubah bentuk produk, tim menghadirkan varian Lavender dan Kayu Putih dengan aroma yang lebih ringan untuk menyesuaikan preferensi anak muda. Sementara itu, varian Original tetap dipertahankan untuk menjaga identitas Minyak Karo sebagai produk tradisional.
Salah satu anggota tim, Isabela Sitorus, menjelaskan bahwa KAROMA dikembangkan dengan tetap mempertahankan nilai tradisional Minyak Karo.
“Kekuatan utama KAROMA ada di solusi kepraktisan tanpa menghilangkan nilai tradisi Minyak Karo,” ungkap Isabela.
Dalam proses pengembangannya, tim terlebih dahulu mengidentifikasi permasalahan yang dekat dengan konsumen. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan pengembangan konsep produk, pembuatan prototipe, penentuan varian, penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan harga jual, penyusunan Business Model Canvas, serta perancangan strategi pemasaran. Tim juga melakukan latihan pitching secara berulang untuk mematangkan presentasi dan pembagian peran.
Menurut tim, perpaduan antara kepraktisan dan nilai tradisional menjadi salah satu kekuatan KAROMA. Bentuk balm stick membuat produk lebih mudah digunakan dan dibawa, sementara varian Lavender dan Kayu Putih disesuaikan dengan preferensi anak muda tanpa menghilangkan varian Original sebagai identitas produk.
Keterbatasan waktu menjadi salah satu tantangan yang dihadapi tim dalam mengembangkan ide menjadi konsep bisnis yang matang. Selain itu, rasa gugup saat melakukan pitching di hadapan dewan juri turut menjadi tantangan. Kondisi tersebut diatasi melalui pembagian tugas sesuai kemampuan, saling memberikan masukan, dan latihan secara berulang.
Pencapaian sebagai Juara 1 menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim. Mereka memandang penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap proses pengembangan KAROMA sekaligus validasi bahwa gagasan yang mereka bawa memiliki potensi untuk dikembangkan.
“Juara 1 bagi kami bukan sekadar sebuah gelar, tetapi menjadi validasi bahwa ide yang kami perjuangkan bersama memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan dampak. Pencapaian ini juga menjadi kebanggaan tersendiri karena kami dapat membawa nama USU,” tuturnya.
Setelah kompetisi, tim berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan berbisnis dan menciptakan inovasi lainnya.
“Jangan menunggu ide yang sempurna untuk mulai melangkah. Berawal dari masalah sederhana di sekitar kita, sebuah ide dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai jika kita berani mencoba, terus belajar, dan terbuka terhadap masukan,” tutupnya.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment