Oleh: Ruth Jelita Laia
Suara USU, Medan. Menjadi diri sendiri terdengar sederhana, tetapi tidak selalu mudah ketika seseorang dihadapkan pada berbagai standar dan ekspektasi. Keinginan untuk diterima, komentar orang lain, hingga kebiasaan membandingkan diri dapat membuat seseorang perlahan kehilangan keyakinan terhadap dirinya sendiri. Persoalan tersebut diangkat ITZY, girl group asal Korea Selatan, melalui Wannabe, lagu yang mengajak pendengarnya untuk berani menentukan pilihan hidup tanpa harus mengikuti keinginan orang lain.
Wannabe merupakan lagu utama dalam mini album IT’z ME yang dirilis ITZY pada 9 Maret 2020. Lagu tersebut menjadi salah satu karya yang memperkuat identitas ITZY melalui tema kepercayaan diri dan keberanian menunjukkan jati diri. Selain memiliki melodi yang mudah didengar, Wannabe memadukan nuansa EDM, house, dan hip-hop dalam aransemen yang energik dan dinamis.
Sejak bagian awal,Wannabe menghadirkan beat yang kuat dengan aransemen elektronik yang tegas. Perpaduan tersebut memberikan kesan berani dan penuh energi yang kemudian diperkuat oleh koreografi khas ITZY. Gerakan yang intens dan ekspresif tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan, tetapi juga membantu menerjemahkan karakter lagu ke dalam bentuk visual. Musik, vokal, dan koreografi berpadu membentuk karakter Wannabe yang mudah dikenali.
Di balik kemasan musik yang energik, kekuatan utama Wannabe terletak pada pesan yang disampaikan. Makna utama lagu ini adalah kebebasan untuk menjadi diri sendiri dan menolak standar atau tuntutan orang lain. ITZY menegaskan bahwa mereka tidak ingin menjadi orang lain hanya untuk memenuhi keinginan maupun mendapatkan pengakuan. Mereka memilih menjalani kehidupan sesuai dengan diri dan pilihan mereka sendiri.
Pesan tersebut juga menjadi bentuk perlawanan terhadap komentar miring, tekanan sosial, dan penilaian orang luar mengenai bagaimana seseorang seharusnya hidup. Lirik Wannabe menegaskan bahwa kehidupan merupakan milik setiap individu sehingga orang lain tidak perlu ikut campur dalam menentukan cara seseorang menjalani hidup. Dengan demikian, lagu ini tidak hanya berbicara tentang kepercayaan diri, tetapi juga kebebasan dalam menentukan pilihan.
Video musik Wannabe turut memperkuat pesan tersebut. Setiap anggota ITZY ditampilkan dengan karakter dan gaya yang berbeda melalui busana, ekspresi, latar, serta koreografi yang berani. Visual tersebut tidak berusaha menampilkan satu gambaran mengenai bagaimana seseorang seharusnya terlihat. Sebaliknya, keberagaman karakter setiap anggota menjadi bagian dari kekuatan visual yang mendukung pesan lagu.
Kekuatan Wannabe juga tidak terlepas dari konsistensi ITZY dalam membawa tema kepercayaan diri sejak awal karier. Sebelum Wannabe, ITZY telah memperkenalkan identitas tersebut melalui Dalla Dalla dan ICY. Karena itu, Wannabe terasa sebagai kelanjutan dari karakter musikal dan pesan yang telah dibangun grup tersebut, sekaligus mempertegas keberanian menjadi diri sendiri sebagai bagian penting dari karya ITZY.
Menariknya, pesan tersebut disampaikan melalui musik yang tetap menghibur. Aransemen yang energik, koreografi yang kuat, dan visual yang ekspresif membuat gagasan tentang kebebasan terasa lebih hidup. Pendengar tidak hanya menerima pesan melalui lirik, tetapi juga merasakan energi percaya diri yang dibangun melalui keseluruhan lagu dan penampilannya.
Lebih dari enam tahun setelah dirilis, Wannabe masih memiliki relevansi karena persoalan mengenai tekanan sosial dan pencarian identitas belum hilang. Perkembangan media sosial bahkan membuat seseorang semakin mudah membandingkan dirinya dengan orang lain. Pencapaian, penampilan, dan gaya hidup orang lain dapat terlihat setiap saat sehingga seseorang dapat merasa harus memenuhi standar tertentu agar dianggap berhasil.
Bagi mahasiswa, pesan Wannabe dapat menjadi pengingat ketika menjalani masa perkuliahan yang dipenuhi berbagai tuntutan. Tugas, organisasi, kompetisi, pencapaian akademik, hingga persiapan memasuki dunia kerja terkadang membuat mahasiswa merasa harus mengikuti pencapaian orang lain. Ketika melihat teman lebih dahulu berprestasi atau memiliki rencana karier yang jelas, perasaan tertinggal dapat muncul.
Namun, setiap mahasiswa memiliki kemampuan, pilihan, dan proses yang berbeda. Nilai positif yang dapat diambil dari Wannabe bukan berarti menutup diri dari kritik atau mengabaikan masukan, melainkan berani mengenali kemampuan diri, menentukan tujuan, dan terus berkembang tanpa kehilangan jati diri. Pendapat orang lain dapat menjadi bahan pertimbangan, tetapi tidak harus menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan nilai diri.
Pada akhirnya, Wannabe menunjukkan bagaimana sebuah lagu dapat menggabungkan musik yang menarik dengan pesan yang dekat dengan kehidupan pendengarnya. Melalui musik yang energik, koreografi, visual, dan lirik yang tegas, ITZY menyampaikan ajakan untuk berani menjadi diri sendiri. Bagi mahasiswa yang sedang berada dalam fase mencari arah dan membangun masa depan, Wannabe dapat menjadi pengingat bahwa berkembang bukan berarti harus menjadi seperti orang lain, melainkan berani menjadi versi diri sendiri yang terus belajar dan bertumbuh.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment