Home Tulisan Kelompok 41 MKWK Laksanakan Edukasi Anti Perundungan di SMKS Free Methodist Medan
Tulisan

Kelompok 41 MKWK Laksanakan Edukasi Anti Perundungan di SMKS Free Methodist Medan

Share
Sumber: Kelompok 41 Anti Perundungan

Oleh: Kelompok 41 Anti Perundungan

Suara USU, Medan. Kelompok Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 41 Anti Perundungan melaksanakan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan tindakan perundungan di SMKS Free Methodist Medan pada Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang bentuk-bentuk perundungan serta langkah yang dapat diambil untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif.

Ketua kelompok, Irene Riski Silalahi, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman mendalam kepada siswa terkait dampak psikologis, sosial, dan akademik dari tindakan perundungan. “Melalui edukasi ini kami ingin adik-adik di SMKS Free Methodist Medan memahami dengan jelas dampak dan konsekuensi dari perundungan. Dengan dukungan sekolah, kami berharap kegiatan ini memberikan perubahan positif bagi lingkungan sekolah dalam mencegah terjadinya bullying,” ujarnya.

Kelompok Proyek 41 Anti Perundungan terdiri atas 20 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Mereka merancang materi edukasi yang mencakup jenis-jenis perundungan, cara mengenali tanda-tandanya, serta langkah tepat yang perlu dilakukan apabila seseorang menjadi korban atau menyaksikan tindakan tersebut. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa.

Kegiatan edukasi ini turut didampingi oleh dosen fasilitator, Pdt. Hermanto Tarigan, M.Th., serta mentor kelompok, Gilbert Delfranco Siagian. Kehadiran keduanya berperan penting dalam memastikan penyampaian materi berlangsung tertib, terarah, dan dapat diterima secara baik oleh siswa maupun guru pendamping.

Selama kegiatan berlangsung, siswa SMKS Free Methodist Medan menunjukkan antusiasme dan partisipasi tinggi. Mereka diminta menuliskan langkah yang akan dilakukan jika menghadapi situasi perundungan, baik sebagai korban maupun saksi. Para siswa juga diberikan pemahaman tentang dampak jangka panjang dari tindakan perundungan, seperti menurunnya rasa percaya diri, prestasi belajar, hingga kemampuan bersosialisasi.

Kepala SMKS Free Methodist Medan, Junaidi, S.Kom., menyatakan apresiasinya atas terselenggaranya edukasi ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa sebagai upaya preventif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. “Saya berharap siswa dapat memahami dan memperhatikan apabila terjadi perundungan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menyadari dampak serta konsekuensi dari tindakan perundungan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penguatan edukasi, sekolah juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan membangun budaya sekolah yang ramah serta bebas kekerasan. Pihak sekolah menyatakan akan bekerja sama dengan guru bimbingan konseling untuk memperkuat sistem pelaporan apabila terjadi tindakan perundungan.

Selain itu, kelompok proyek menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, baik siswa, guru, maupun orang tua dalam mencegah dan menanggulangi perundungan. Menurut kelompok, keberhasilan upaya anti perundungan tidak hanya bergantung pada sosialisasi semata, tetapi juga pada konsistensi sekolah dalam menerapkan aturan, mendampingi siswa, dan menciptakan lingkungan yang mengedepankan empati, rasa hormat, serta kepedulian terhadap sesama.

Kelompok Proyek 41 MKWK Anti Perundungan berharap kegiatan edukasi ini mampu memberi dampak jangka panjang bagi siswa dan lingkungan sekolah. Mereka berencana menyusun laporan dan rekomendasi hasil kegiatan untuk disampaikan kepada pihak sekolah sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pencegahan perundungan di masa mendatang.

Artikel ini merupakan publikasi proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok Perundungan 41 dengan dosen fasilitator Pdt. Hermanto Tarigan M.Th

 

Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.