Home Tulisan Kelompok 78 Perundungan USU Gelar Edukasi Merdeka dari Perundungan di Al-Washliyah Medan
Tulisan

Kelompok 78 Perundungan USU Gelar Edukasi Merdeka dari Perundungan di Al-Washliyah Medan

Share

Oleh: Kelompok 78 Perundungan

Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang mengikuti Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok Perundungan 78 mengadakan kegiatan edukasi bertema “Merdeka dari Perundungan: Gerakan Edukasi Mahasiswa untuk Sekolah Aman dan Inklusif” di SMP Al-Washliyah 8 Medan pada (08/11).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap maraknya tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Melalui metode penyampaian materi, diskusi interaktif, dan contoh kasus nyata, mahasiswa berupaya menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta pentingnya menjaga kenyamanan bersama.

Ketua kelompok, Khalid Prabowo Hardi, mengatakan kegiatan ini dirancang agar siswa lebih mudah mengenali berbagai bentuk perundungan seperti fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying. “Kami ingin anak-anak di sekolah ini tahu bahwa perundungan ini bukan hal sepele. Dampaknya bisa panjang dan menyakitkan. Karena itu, mereka perlu memahami cara mencegah dan melaporkan jika melihat temannya menjadi korban,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program ini. Wakil Kepala Sekolah, Cut Putri Elda Vivibach sekolah SMP Al-Washliyah 8 Medan, menyampaikan bahwa inisiatif mahasiswa USU memberikan warna baru dalam proses pembinaan karakter siswa. “Kegiatan ini sangat membantu kami. Banyak siswa yang masih belum paham bahwa ucapan atau candaan bisa menyakiti temannya. Dengan kehadiran mahasiswa, anak-anak menjadi lebih terbuka untuk berdiskusi,” ucapnya.

Selama kegiatan, mahasiswa melibatkan puluhan siswa dalam berbagai aktivitas seperti diskusi kelompok, tanya jawab, serta cerita pengalaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa terlihat antusias dan berani menyampaikan pendapatnya mengenai pengalaman menghadapi perundungan baik secara langsung maupun di media digital.

Program ini juga mendapat dukungan dari Lembaga Inovasi dan Daya Saing Akademik Laboratorium Ilmu Dasar (LIDA) USU sebagai bagian dari implementasi proyek pembelajaran MKWK berbasis komunitas. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori mengenai nilai kebhinekaan, etika, dan komunikasi, tetapi juga menerapkannya langsung dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.

Di akhir kegiatan, mahasiswa berharap edukasi ini dapat menjadi langkah awal bagi sekolah untuk memperkuat budaya saling menghormati dan keamanan bagi seluruh siswa. Mereka juga mendorong agar sekolah dapat terus melanjutkan kampanye anti-perundungan secara berkelanjutan. Kegiatan “Merdeka dari Perundungan” ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesadaran siswa, tetapi juga menjadi contoh penerapan nyata pembelajaran MKWK yang menumbuhkan kepedulian sosial, empati, dan kerja sama antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat.

Artikel ini merupakan publikasi proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok Perundungan 78 dengan Dosen Fasilitator Dr. Ramadhan Syahmedi Siregar, MA

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.