Oleh: Kelompok Perundungan 75
Suara USU, Medan. Kelompok Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang mengikuti Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Efek Kesehatan Mental Akibat Perundungan di Kalangan Remaja” di SMA Kristen Kalam Kudus Medan (03/11).
Kegiatan ini melibatkan sebanyak 20 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak psikologis yang dapat timbul dari perilaku perundungan. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Senin, 3 November 2025 dan difokuskan pada penyampaian materi terkait bentuk-bentuk perundungan, gejala gangguan kesehatan mental yang berpotensi muncul pada korban, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh remaja dalam kehidupan sehari-hari.
Habibi Purba selaku ketua kelompok menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa dalam memahami dan mencegah tindakan perundungan. “Harapan terbesar saya adalah agar sosialisasi ini dapat menumbuhkan perubahan sikap pada diri setiap siswa-siswi SMA Kalam Kudus. Bukan hanya memahami apa itu perundungan, tetapi juga mampu mengambil sikap untuk menolak dan mencegahnya. Saya percaya lingkungan sekolah yang positif tidak lahir begitu saja, tetapi dimulai dari langkah kecil setiap individu,” ujarnya.
Selama kegiatan, para siswa menunjukkan antusias dengan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi mengenai pengalaman serta dinamika pergaulan di lingkungan sekolah. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa menekankan bahwa perundungan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan mental remaja, termasuk munculnya rasa cemas, penurunan kepercayaan diri, hingga risiko depresi.

Kepala Sekolah SMA Kristen Kalam Kudus Medan, Suwandy Tanwin, S.Kom., M.Pd., menyambut baik dan merasa sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk siswa-siswi SMA Kristen Kalam Kudus Medan. “Saya sangat mengapresiasi upaya kelompok MKWK Perundungan 75 yang telah melakukan sosialisasi tentang bahaya perundungan di SMA Kristen Kalam Kudus Medan. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan membangun generasi muda yang lebih peduli, empati, dan bebas dari perundungan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dan menginspirasi siswa-siswi untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar. Terima kasih atas dedikasi dan komitmen kalian dalam membuat perbedaan,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi ini dibimbing oleh Bapak Dr. Mhd. Yadi Harahap, S.HI., MH selaku dosen pembimbing dan Jessica Aprella Sitinjak selaku mentor. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat berkontribusi dalam membangun budaya sekolah yang lebih suportif dan bebas dari perundungan.
Sebagai tindak lanjut, kelompok mahasiswa berencana menyusun materi informasi tambahan berupa infografik edukatif yang dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah, khususnya bagian bimbingan konseling, sebagai bahan edukasi berkelanjutan bagi siswa.
Artikel ini merupakan publikasi proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok Perundungan 75 dengan dosen fasilitator Dr. Mhd. Yadi Harahap, S.HI., MH.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment