Reporter: Anastasyia Dwi T Sitinjak
Suara USU, Medan. Tim NADIV Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) yang beranggotakan Rehulina Barus dan Jesina Noviani Tarigan berhasil meraih Juara 3 dalam lomba poster SIGMA FEST yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Kompetisi tersebut berlangsung pada 19 Juni–23 Agustus 2026.
Keduanya merupakan mahasiswa FKM USU stambuk 2024. Dalam kompetisi tersebut, Tim NADIV mengangkat tema “Family, Humanity, and Creativity for the Best Integrity” melalui subtema “Setetes Darah, Sejuta Harapan”. Poster yang dibuat berfokus pada edukasi dan ajakan donor darah yang ditujukan kepada pelajar sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), mahasiswa se-Indonesia, serta masyarakat umum.
Melalui poster tersebut, Tim NADIV ingin menyampaikan bahwa donor darah merupakan kegiatan yang aman dan bermanfaat bagi kesehatan sekaligus dapat membantu menyelamatkan nyawa. Mereka juga mengangkat pentingnya kepedulian sosial terhadap ketersediaan stok darah di Indonesia yang masih kerap mengalami kekurangan.
Salah satu anggota Tim NADIV, Rehulina Barus, menuturkan bahwa poster tersebut tidak hanya mengutamakan tampilan visual, tetapi juga pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
“Kami berusaha menyampaikan pesan yang tidak hanya kreatif secara visual, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Rehulina.
Dalam proses pembuatan poster, Tim NADIV terlebih dahulu merumuskan ide dan melakukan riset terhadap data statistik kesehatan untuk memastikan informasi yang digunakan valid.
“Prosesnya dimulai dari perumusan ide dan riset data statistik kesehatan. Setelah itu, kami merancang tata letak infografis dan memeriksa kembali seluruh isi poster sebelum dikumpulkan,” jelas Rehulina.
Keikutsertaan Tim NADIV dalam kompetisi tersebut didorong oleh keinginan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menambah pengalaman dalam mengikuti perlombaan. Selain mengejar prestasi, keduanya memandang kompetisi sebagai kesempatan untuk belajar dan mencoba hal baru.
“Bagi kami, mengikuti lomba bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang belajar, bekerja sama, dan berani mencoba hal-hal baru,” jelas Rehulina.
Selama persiapan, keduanya menghadapi sejumlah kendala, mulai dari menyatukan ide hingga menentukan konsep poster. Padatnya kegiatan perkuliahan juga membuat keduanya harus membagi waktu selama proses pengerjaan. Tidak hanya itu, revisi desain menjadi salah satu tantangan karena mereka harus memastikan informasi tetap mudah dipahami tanpa mengurangi daya tarik poster.
“Tentu ada beberapa kendala, terutama dalam menyatukan ide dan menentukan konsep poster yang sesuai dengan tema. Namun, dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, akhirnya kendala tersebut dapat terselesaikan dengan baik,” jelasnya.
Prestasi tersebut menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi Tim NADIV untuk terus mengembangkan kemampuan. Keduanya berharap pencapaian tersebut dapat mendorong mereka untuk lebih berani mengikuti kompetisi lainnya.
Atas pencapaian tersebut, Rehulina berharap mereka dapat terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang serta berani mengikuti kompetisi lainnya. Kami juga berharap kreativitas yang kami miliki dapat terus digunakan untuk menyampaikan pesan positif, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan masyarakat,” tutup Rehulina.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment