Home Kabar SUMUT Komitmen Bobby Ganti Rumah Korban Banjir dan Longsor di Wilayah Sumut
Kabar SUMUT

Komitmen Bobby Ganti Rumah Korban Banjir dan Longsor di Wilayah Sumut

Share

Reporter: Arneta Sitanggang

Suara USU, Medan. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyampaikan komitmennya atas kebijakan bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Utara. Pernyataan ini disampaikan pada saat menghadiri Perayaan Natal Oikumene dengan Masyarakat korban banjir dan longsor di Lokasi pengungsian Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Jumat 26/12/2025.

Bobby menyampaikan bahwa rumah korban banjir dan longsor yang rusak ringan, sedang, berat bahkan yang hilang akan diberi bantuan oleh pemerintah pusat. “Rumah warga yang terdampak banjir dan longsor, baik rusak ringan, sedang, berat, maupun yang hilang, akan diganti. Besaran biaya perbaikan juga sudah kami sampaikan dan kami berharap dapat ditingkatkan,” ujar Bobby.

Kebijakan bantuan perumahan bagi korban banjir dan longsor merupakan hasil rapat yang dilaksanakan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan juga telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Bobby mengatakan dalam wawancaranya bahwa jumlah unit bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Utara yang akan dibangun pemerintah telah ditetapkan berdasarkan usulan dari kepala daerah setempat. Pembangunan tersebut akan dilakukan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Di Sumatera Utara terdapat 1.006 unit rumah bantuan yang akan dibangun bagi korban banjir dan longsor. Penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan usulan kepala daerah setempat,” ujar Bobby.Pembangunan unit rumah bantuan tersebut juga merupakan bagian dari program pascabencana. Ditargetkan juga bahwa rencana Pembangunan tersebut selesai pada awal tahun 2026 mendatang sehingga para korban banjir dan longsor dapat menempati hunian tetap tersebut dan meringankan beban mereka.

Bobby menjelaskan bahwa bantuan yang telah ditetapkan yaitu untuk rusak ringan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta. Sementara bagi korban banjir dan korban longsor yang kehilangan rumah akan dibangun rumah baru di lokasi yang lebih aman oleh pemerintah. “Jika rumah sudah hilang, biasanya bukan hanya bangunannya yang terdampak, tetapi juga lahannya. Untuk menghindari persoalan di kemudian hari, rumah akan dibangun di lokasi baru yang lebih aman,” ujarnya.

Di akhir, Bobby juga mengatakan bahwa bantuan yang diberikan tersebut belum sepenuhnya dapat menggantikan kerugian yang telah dialami masyarakat. Namun, bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban yang dirasakan oleh masyarakat serta dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana.

Redaktur: Vimelia Hutapea

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.