Home Kabar Kampus KOMPAS USU Terjunkan Relawan untuk Evakuasi dan Salurkan Bantuan Banjir Medan
Kabar Kampus

KOMPAS USU Terjunkan Relawan untuk Evakuasi dan Salurkan Bantuan Banjir Medan

Share

Reporter: Grace Angelia S

Suara USU, Medan. KOMPAS USU (Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup Universitas Sumatera Utara) terjun langsung membantu masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah. Mereka melakukan evakuasi warga yang terjebak di atap maupun lantai atas bangunan terendam, menggunakan perahu karet untuk memindahkan korban ke titik aman, serta menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, pakaian layak pakai, dan obat-obatan.

Selain itu, KOMPAS USU juga menjadi sumber informasi lapangan bagi relawan lain, pihak kampus, hingga pemerintah mengenai kondisi wilayah terdampak dan kebutuhan warga. Kehadiran mereka sangat membantu keberlangsungan hidup masyarakat sejak masa banjir hingga sesudah air surut.

Dalam pelaksanaan di lapangan, koordinasi berjalan cukup baik. Informasi dari Basarnas dapat diperoleh dengan cepat, sementara kampus USU memberikan dukungan transportasi setiap hari sehingga memperlancar mobilitas relawan. Meski begitu, pergerakan KOMPAS USU tetap ditentukan oleh manajemen internal organisasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan alat. KOMPAS USU hanya memiliki satu perahu otomatis, sementara permintaan evakuasi tinggi dan berasal dari lokasi-lokasi berjauhan. Tidak semua warga juga bersedia dievakuasi sejak awal. “Ada warga yang tidak mau dievakuasi karena merasa rumahnya masih aman. Tetapi ketika air sudah naik se-dagu baru minta tolong, padahal kami sebelumnya sudah datang ke lokasi itu,” tutur perwakilan KOMPAS USU. Alasan lain penolakan evakuasi adalah keengganan meninggalkan harta benda dan ternak.

Dalam penyaluran bantuan, risiko penjarahan sempat dikhawatirkan, tetapi tidak terjadi karena adanya bantuan warga lokal dalam pengamanan wilayah. Dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh korban langsung, tetapi juga memengaruhi aktivitas sekolah, perkuliahan, ketersediaan pangan, harga barang, antrean BBM, dan kondisi infrastruktur.

Secara emosional, relawan turut merasakan dampaknya. “Tenaga memang terkuras, tetapi ada kebahagiaan tersendiri bisa menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar perwakilan relawan. Ia menegaskan bahwa kepedulian tidak harus selalu diwujudkan dengan turun langsung, tetapi juga dapat melalui donasi dan penyebaran informasi.

Keterlibatan KOMPAS USU berangkat dari nilai dasar organisasi yang sejak awal berdiri lekat dengan isu lingkungan dan kemanusiaan. “Terlibat dalam aksi tanggap bencana adalah implementasi nyata dari tujuan dibentuknya KOMPAS USU yang tertuang dalam AD/ART,” ujarnya. Sebagai organisasi pecinta alam dan lingkungan hidup sejak 1980, mereka juga merupakan salah satu potensi pendukung Search and Rescue (SAR) dengan kemampuan pencarian, penyelamatan, dan manajemen risiko di lapangan. “KOMPAS membina setiap anggotanya untuk sadar, mampu, dan bertanggung jawab melestarikan alam,” lanjutnya.

Melalui aksi ini, mahasiswa USU kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan serta menegaskan peran mahasiswa sebagai agen sosial yang hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.