Home Kabar SUMUT Tangani Banjir Medan, PMI Fokus pada Evakuasi dan Distribusi Bantuan
Kabar SUMUT

Tangani Banjir Medan, PMI Fokus pada Evakuasi dan Distribusi Bantuan

Share

Reporter: Rizqi Putra Permono

Suara USU, Medan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan menegaskan bahwa penanganan banjir yang melanda berbagai wilayah sejak awal Desember difokuskan pada evakuasi warga, pendirian posko tanggap darurat, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial. Fokus ini dijalankan bersamaan dengan masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan Wali Kota Medan hingga 11 Desember 2025 dan dapat diperpanjang bila diperlukan.

PMI mengaktifkan posko tanggap darurat sebagai pusat informasi, pendataan relawan, pemetaan tugas, serta koordinasi dapur umum dan pendistribusian bantuan. Layanan tambahan seperti layanan kesehatan gratis, pengiriman dokter dan obat-obatan, Psychosocial Support Service (PSS) bagi anak-anak, edukasi kesehatan masyarakat, serta layanan WASH mulai dari gotong royong pembersihan lingkungan hingga rencana distribusi air bersih juga diberikan tanpa biaya.

Banjir berdampak luas di berbagai kecamatan, termasuk Medan Maimun, Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Deli, Medan Belawan, dan kawasan Kampung Lalang. Wilayah di bantaran sungai disebut mengalami kondisi yang lebih parah. PMI mengakui adanya keterbatasan peralatan, terutama perahu karet, namun menyebut koordinasi lintas lembaga sebagai kunci keberhasilan penanganan situasi.

“Peran PMI dalam masa tanggap darurat bencana selalu dimulai dari evakuasi. Itu yang paling utama. Sambil berjalan, kami terus berkoordinasi dengan BPBD Kota Medan dan lembaga kemanusiaan lainnya,” jelas Kepala Markas PMI Kota Medan, Zulhamsyah, saat ditemui di UDD PMI Kota Medan, Senin (8/12).

Ia menambahkan bahwa kendala peralatan dapat diatasi dengan koordinasi bersama BPBD kota maupun provinsi, kantor SAR, dan lembaga kemanusiaan lainnya. “Kami minim peralatan. Tetapi setiap kendala bisa diselesaikan kalau koordinasi berjalan baik,” ujarnya.

Zulhamsyah juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi sebagai relawan. Ia menyinggung bahwa hingga saat ini belum ada unit Korps Sukarela (KSR) di Universitas Sumatera Utara (USU), dan berharap kerja sama PMI dan USU dapat berkembang melalui pembentukan unit tersebut sebagai wadah kegiatan kemanusiaan mahasiswa.

“Yang penting ada keinginan membentuknya dan ada dukungan dari fakultas maupun kampus. PMI siap berkoordinasi,” tambahnya.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.