Sumber : https://www.tix.id/movie/kuasa-gelap/
Oleh: Grace Angelia
Suara USU, Medan. Kuasa Gelap merupakan film Indonesia yang baru saja dirilis Oktober 2024, menonjol sebagai film horor Indonesia yang berani menghadirkan tema eksorsisme dalam konteks agama Katolik, sesuatu yang sangat jarang dijumpai dalam film horor lokal. Film ini menjadi pionir dengan memperkenalkan unsur ritual Katolik Roma, terutama pengusiran setan, ke dalam dunia sinema Indonesia yang biasanya lebih didominasi oleh elemen mistis tradisional atau kepercayaan lokal. Ini memberikan daya tarik unik, terutama bagi penonton yang mencari sesuatu yang berbeda dalam horor Indonesia.
Apa yang membuat Kuasa Gelap menarik bukan hanya kengerian dari adegan eksorsisme, tetapi juga bagaimana film ini menggali dimensi spiritual dan religius yang mendalam. Sutradara Bobby Prasetyo berusaha menggambarkan konflik batin seorang pastor yang tidak hanya berurusan dengan kekuatan jahat, tetapi juga dengan imannya sendiri. Pastor Thomas, sebagai karakter utama, tidak hanya harus melawan iblis yang merasuki tubuh manusia, tetapi juga harus menghadapi pergulatan pribadi dengan keyakinan dan rasa bersalahnya.
Film ini juga menampilkan eksorsisme yang lebih autentik. Dengan penelitian selama bertahun-tahun, Bobby Prasetyo berusaha membawa eksorsisme yang sesuai dengan ajaran Katolik, jauh dari penggambaran sensasional di film-film horor Barat. Eksorsisme di sini bukan hanya tentang upaya fisik untuk mengusir setan, tetapi tentang perjalanan spiritual melawan godaan dan kekuatan gelap. Ini memberi dimensi yang berbeda dan lebih mendalam dibandingkan penggambaran horor yang sekadar berfokus pada kekerasan atau visual seram.
Keunikan lainnya adalah kombinasi antara horor dan tema religius yang kuat. Banyak film horor Indonesia biasanya mengambil inspirasi dari legenda atau mitos lokal, sementara Kuasa Gelap menonjol dengan membawa elemen Katolik yang lebih universal, tetapi jarang tereksplorasi di perfilman Indonesia. Film ini menjadi jembatan antara horor supernatural dan eksplorasi iman, yang membuatnya lebih dari sekadar tontonan menakutkan. Konflik antara kebaikan dan kejahatan tidak hanya terjadi di dunia fisik, tetapi juga dalam hati dan pikiran karakter-karakternya.
Salah satu kekuatan terbesar Kuasa Gelap  adalah bagaimana film ini tidak sekadar berusaha menakut-nakuti penonton dengan visual efek kerasukan, tetapi juga mengeksplorasi sisi emosional dan spiritual dari kerasukan tersebut. Tokoh Maya, misalnya, dihantui oleh rasa bersalah dari masa lalunya, menunjukkan bagaimana iblis tidak hanya mengambil alih tubuh, tetapi juga menguasai jiwa dan perasaan seseorang. Ini menambah lapisan kedalaman pada cerita yang membuatnya lebih relevan dan menyentuh.
Meski demikian, beberapa elemen horor klasik tetap dihadirkan, seperti suasana mencekam, adegan-adegan pengusiran setan, dan kehadiran iblis yang mengintimidasi. Namun, semua itu tidak menjadi sekadar elemen shock value. Film ini lebih fokus pada nuansa psikologis dan spiritual, menghadirkan ketakutan yang lebih dalam dan berlapis, bukan hanya ketakutan instan yang cepat berlalu.
Secara teknis, meskipun beberapa bagian dari CGI dianggap kurang mendukung untuk membangun momen-momen klimaks, Kuasa Gelap tetap unggul dalam menciptakan atmosfer yang intens dan penuh ketegangan. Penggunaan seting yang gelap dan simbol-simbol religius membuat film ini tetap memancarkan aura mistis yang kuat. Bagi penonton yang menyukai film horor dengan narasi berbobot dan refleksi spiritual, Kuasa Gelap bisa menjadi pilihan yang memuaskan.
Film ini bukan hanya menyuguhkan eksorsisme sebagai tontonan horor biasa, tetapi juga membuka diskusi tentang iman, rasa bersalah, dan bagaimana manusia dapat menemukan jalan kembali dari kegelapan menuju terang. Inilah yang menjadikan Kuasa Gelap tidak hanya unik, tetapi juga kaya akan makna di balik lapisan horornya.
Redaktur: Grace Pandora Sitorus
Leave a comment