SUARA USU
Kuliner

Kue Putri Mandi: Santapan Cantik dari Ubi

Oleh: Afrahul Fadhillah Parinduri

Suara USU, Medan. Apakah sobat suara USU pernah mendengar kuliner putri mandi?. Kue Putri Mandi adalah makanan penutup tradisional Indonesia yang berasal dari Sumbawa, sebuah pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia. Kue ini merupakan salah satu kelezatan yang populer di wilayah tersebut dan sering disajikan pada acara-acara khusus dan perayaan meriah.

Bentuknya hampir mirip dengan bugis, namun bedanya terletak pada bungkusannya. Jika kue bugis tertutup rapi dengan daun pisang, berbeda halnya dengan yang satu ini. Kue ini disantap menggunakan sebuah piring atau cup layaknya bubur yang disirami dengan santan yang kental.

Nama “Putri Mandi” diambil dari warna kue yang berwarna warni layaknya seorang putri, dan santan yang dicampur dengan kue layaknya kue tersebut sedang dimandikan. Namun, buat sobat yang tidak suka kue berwarna-warni, sobat bisa membuat kue ini dari ubi rambat atau ubi ungu.

Bahan bahan dan cara pembuatan kue putri mandi ini juga sederhana seperti tepung ketan, santan, daun pandan (sebagai penyedap rasa), gula, dan garam. Jika sobat ingin membuat kue ini dari ubi rambat, maka kukuslah ubi rambat hingga tekstur ubi bisa dihancurkan.

Disamping itu, sobat bisa membuat inti sebagai isian kue dengan menggunakan kelapa, gula, air, daun pandan, dan secukupnya garam. Campurkan air, gula dan daun pandan hingga tekstur gula sudah tercampur dengan air lalu masukkan kelapa parut. Masak sampai kelapa matang dan gulanya menyatu.

Setelah itu, untuk membuat adonannya, masaklah santan, gula pasir, daun pandan, dan sejumput garam. Masak dan aduk bahan hingga santan mengental dan usahakan agar santan tidak pecah, ya. Setelah ubi rambat selesai dikukus, hancurkan ubi rambat dan masukkan tepung ketan serta santan yang sudah dimasak tadi. Aduk adonan hingga merata dan bentuklah adonan tersebut seperti bola bola kecil dan jangan lupa untuk diberi isian berupa inti yang sudah dimasak tadi.

Setelah semua bahan selesai diolah, panaskan kukusan dan letakkan dua lembar daun pisang yang sudah dioles dengan sedikit minyak agar kue tidak lengket nantinya. Lalu, masukkan kue tersebut kedalam kukusan, usahakan untuk membuat jarak karena kue tersebut akan mengembang. Kukus selama beberapa menit hingga warna kue berubah menjadi ungu gelap. Setelah masak, angkat dan letakkan kue ke suatu tempat.

Step terakhir adalah membuat fla untuk dicampur dengan kue. Masukkan maizena, santan, dan daun pandan kedalam wajan. Aduk semua bahan hingga merata, lalu masaklah sampai fla mengental. Setelah fla selesai, tuang kedalam ubi tersebut, dan kue putri mandi siap disantap.

Tak hanya teksturnya yang lembut dan kenyal, kue ini sering disajikan sebagai makanan ringan atau makanan penutup oleh penduduk setempat maupun pengunjung ke Sumbawa.

Gimana nih, sobat suara USU? Tunggu apalagi, buruan cobain!

Redaktur: Keyvin


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Cafe Tengah People & Place: Tempat Nongkrong Estetik dan Asri

redaksi

Kue Goreng Gadong, Makanan Khas Batak

redaksi

Tasak Telu: Makanan Istimewa Khas Suku Karo

redaksi