Reporter: Agnes Dhea Oktavia Sinaga dan Ruth Jelita Laia
Suara USU, Medan. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara USU menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026 selama dua hari, Selasa–Rabu (4–5/8/2026), untuk membekali puluhan calon anggota dengan pengetahuan, keterampilan, serta etika jurnalistik berbasis fakta. Hari pertama kegiatan berlangsung di Gedung Aula Suratman Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) pukul 08.00–16.00 WIB melalui pemaparan materi, sedangkan hari kedua dilaksanakan di Recycle Village Bukit Lawang pukul 10.00–17.00 WIB melalui praktik peliputan lapangan langsung.
Pelatihan ini bertujuan untuk membangun kepekaan peserta terhadap isu-isu di lingkungan sekitar, mengasah pola pikir kritis, serta memperkenalkan proses kerja jurnalistik yang berlandaskan pada prinsip verifikasi dan etika profesi.
Ketua Panitia PJTD Suara USU 2026, Raka Rafzan Rasyid, menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang bertanggung jawab. Menurutnya, maraknya penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh insan pers saat ini.
”Belakangan ini masih banyak informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Bahkan, tidak sedikit yang menambahkan cerita yang belum dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini kita belajar menyampaikan informasi secara akurat, berdasarkan fakta, dan tetap berpegang pada etika jurnalistik,” ujarnya. .
Sejalan dengan tujuan tersebut, panitia membagi pelaksanaan PJTD ke dalam dua rangkaian kegiatan utama. Hari pertama difokuskan pada penyampaian materi sebagai bekal awal bagi peserta untuk memahami dasar-dasar jurnalistik, mulai dari nilai berita (news value), teknik peliputan, hingga etika profesi. Sesi pemaparan materi ini menjadi fondasi penting sebelum peserta menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam praktik lapangan.
Pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan peliputan langsung di Recycle Village Bukit Lawang. Dalam kegiatan ini, peserta melakukan observasi, mengidentifikasi isu yang layak diberitakan, menentukan sudut pandang (angle) pemberitaan, mengumpulkan informasi melalui wawancara dan pengamatan langsung, kemudian mengolah seluruh data tersebut menjadi karya jurnalistik. Praktik ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai proses kerja jurnalistik sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dalam menyajikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Raka menjelaskan bahwa panitia memilih Recycle Village sebagai lokasi praktik karena kawasan tersebut memiliki beragam isu yang dapat dikembangkan menjadi karya jurnalistik, mulai dari sektor pariwisata, lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi. Keberagaman isu tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar menentukan sudut pandang pemberitaan sekaligus memahami dinamika peliputan langsung di lapangan.
”Di sana banyak sekali isu yang dapat dijadikan berita, mulai dari pariwisata, lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi. Kami ingin peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga merasakan langsung proses mencari data, melakukan wawancara, dan menyusun berita berdasarkan fakta di lapangan,” pungkasnya.
Sambutan hangat juga datang dari Direktur Eksekutif Project Wings Sumatra, Namira Furba, atas pelaksanaan praktik peliputan di Recycle Village. Ia menilai keterlibatan mahasiswa, khususnya pers kampus, memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan informasi mengenai aktivitas pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Project Wings Sumatra.
”Kami sangat berterima kasih karena teman-teman turut mengekspos dan memberitakan aktivitas Project Wings Sumatra. Kehadiran generasi muda, khususnya calon jurnalis, sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan Recycle Village,” ungkapnya.
Namira berharap kolaborasi antara Project Wings Sumatra dan Universitas Sumatera Utara (USU) dapat terus berlanjut melalui berbagai bentuk kerja sama. Dengan demikian, edukasi mengenai pengelolaan lingkungan dan daur ulang dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa maupun masyarakat luas.
Selain menjadi sarana praktik jurnalistik, kegiatan peliputan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk berinteraksi dengan narasumber, mengolah informasi secara kritis, serta memahami pentingnya verifikasi dalam setiap proses pemberitaan. Antusiasme peserta terlihat semakin meningkat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika mereka bekerja sama menyelesaikan tugas peliputan di lapangan.
Melalui penyelenggaraan PJTD Suara USU 2026, panitia berharap peserta tidak hanya mampu menghasilkan karya jurnalistik yang memenuhi kaidah penulisan berita, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment