Home Tulisan Mahasiswa USU Kembangkan NIRMAS, Alat Pintar Portabel untuk Deteksi Kandungan Gizi Makanan
Tulisan

Mahasiswa USU Kembangkan NIRMAS, Alat Pintar Portabel untuk Deteksi Kandungan Gizi Makanan

Share

Oleh: Ainus Shafiyyah

Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menghadirkan inovasi melalui alat pendeteksi kandungan gizi makanan bernama NIRMAS (Nutritional Infrared Monitoring and Analysis System). Alat ini dirancang untuk memprediksi kandungan protein, lemak, dan karbohidrat dalam makanan secara cepat, akurat, dan non-destruktif, hanya dengan memindai makanan menggunakan cahaya inframerah (Near-Infrared/NIR).

Inovasi ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) yang didanai oleh Kemdiktisaintek RI tahun 2025. Tim NIRMAS terdiri atas Yusuf Nafiq Buwono (Ketua, Teknik Elektro), Rakesh Naidu (Teknik Elektro), Abdul Qaadir (Teknik Elektro), dan Ainus Shafiyyah (Gizi), di bawah bimbingan Bapak Ryandika Afdilla, S.T., M.Eng.Sc.

Selama ini, aplikasi penghitung kalori yang banyak digunakan masyarakat masih mengandalkan database gizi umum, sehingga hasil perhitungan seringkali tidak sesuai dengan kondisi nyata makanan, terutama makanan olahan campuran seperti soto, nasi goreng, atau nasi ayam.

Melihat permasalahan ini, tim mahasiswa USU berinisiatif menghadirkan alat yang dapat mengukur langsung kandungan gizi pada makanan nyata, bukan hanya berdasarkan data rata-rata.

“Selama ini, aplikasi penghitung kalori masih mengandalkan database umum sehingga hasilnya kurang akurat untuk makanan campuran. NIRMAS hadir agar masyarakat bisa mengetahui gizinya sendiri dengan lebih cepat dan presisi,” ujar Ainus Shafiyyah, anggota tim dari Prodi Gizi.

Dengan ukuran yang ringkas dan sistem portabel, NIRMAS dapat digunakan di berbagai situasi, mulai dari laboratorium gizi, sekolah, puskesmas, hingga rumah tangga. Alat ini diharapkan menjadi media edukasi gizi modern yang dapat membantu masyarakat memahami pola makan sehat secara praktis.

NIRMAS bekerja dengan memanfaatkan sensor Near-Infrared (NIR) untuk mendeteksi spektrum pantulan cahaya dari makanan. Cahaya yang dipantulkan oleh makanan mengandung informasi unik mengenai komponen kimianya, seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Data spektrum tersebut kemudian diolah menggunakan algoritma machine learning pada sistem berbasis Raspberry Pi, sehingga dapat menghasilkan estimasi kandungan gizi secara cepat tanpa perlu analisis laboratorium yang memakan waktu dan biaya besar.

Menurut Yusuf Nafiq Buwono, ketua tim NIRMAS, kekuatan utama alat ini terletak pada model pelatihan kecerdasan buatan yang matang.

“Kami tidak hanya merancang perangkat kerasnya, tetapi juga fokus pada pengembangan model AI yang mampu mengenali pola spektrum secara presisi. Model kami telah melalui proses pelatihan berlapis dengan beberapa jenis makanan untuk meminimalkan bias data,” jelas Yusuf.

Dari hasil pengujian awal terhadap berbagai sampel makanan, NIRMAS menunjukkan tingkat akurasi hingga 90,8%, dengan hasil prediksi yang mendekati nilai laboratorium. Proses pengukuran hanya memerlukan beberapa detik, menjadikannya lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang membutuhkan waktu analisis berjam-jam.

Proyek ini menjadi contoh nyata kolaborasi antarilmu di USU. Mahasiswa Teknik Elektro berperan dalam pengembangan sistem sensor, perangkat keras, pemrograman machine learning, serta pengembangan website nutritional management system sementara mahasiswa Gizi berfokus pada kalibrasi data gizi dan interpretasi hasil analisis.

Dosen pendamping, Ryandika Afdilla, S.T., M.Eng.Sc, menyebut bahwa sinergi lintas disiplin seperti ini sangat penting dalam menghasilkan inovasi yang berdampak.

“Mahasiswa tidak hanya berpikir secara teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek fungsional dan sosialnya. NIRMAS memiliki potensi besar untuk digunakan di lapangan, terutama untuk edukasi gizi, riset pangan, dan monitoring kualitas makanan,” jelasnya.

Ryandika juga menambahkan bahwa pendekatan spektroskopi cahaya seperti ini tengah menjadi tren global karena sifatnya yang ramah lingkungan, efisien, dan non- destruktif.

“Biasanya analisis gizi membutuhkan destruksi sampel dan bahan kimia, sedangkan NIRMAS hanya menggunakan cahaya. Ini sangat efisien dan berpotensi dikembangkan lebih luas,” tambahnya.

Selanjutnya, tim NIRMAS berencana untuk meningkatkan jumlah data pelatihan agar model AI dapat mengenali lebih banyak variasi makanan lokal Indonesia. Tim juga tengah mempersiapkan pengajuan paten sederhana dan pengembangan versi terintegrasi dengan aplikasi seluler, sehingga pengguna bisa langsung melihat hasil analisis gizi di layar ponsel.

“Kami ingin membuat teknologi ini bisa diakses siapa saja, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM pangan. Harapannya, NIRMAS bisa menjadi langkah awal menuju digitalisasi analisis gizi di Indonesia,” tutup Yusuf.

Dengan inovasi ini, mahasiswa USU menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi dan ilmu gizi dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam bidang teknologi pangan dan kesehatan masyarakat.

Artikel ini merupakan publikasi Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) dengan Dosen Pendamping Ryandika Afdilla, S.T., M.Eng.Sc.

Redaktur: Indira Rivany

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.