Isu jajanan tidak sehat di sekolah masih menjadi persoalan kesehatan anak usia sekolah dasar. Temuan awal menunjukkan banyak siswa masih membeli makanan tanpa memperhatikan kebersihan maupun kandungan bahan pangan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Deputi Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Dr. Rita Endang, yang menegaskan bahwa anak sekolah termasuk kelompok rentan sehingga perlu edukasi untuk mengenali pangan aman dan menghindari bahan berbahaya.
Program yang diikuti 24 siswa kelas VI ini berlangsung di Kecamatan Medan Sunggal dengan dukungan guru kelas, pihak sekolah, serta Dosen Fasilitator MKWK dan LIDA USU. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, pengisian kuesioner pra dan pasca kegiatan, permainan edukatif, yel-yel kesehatan, dan kuis interaktif. Mahasiswa juga menyiapkan spanduk kegiatan, instrumen kuesioner, serta dokumentasi untuk publikasi di video dan media sosial.
Hasil kuesioner menunjukkan sebagian siswa pernah sakit setelah mengonsumsi jajanan tidak sehat dan belum memahami risiko bahan tambahan pangan berbahaya. Setelah edukasi, siswa mampu menjelaskan ciri jajanan sehat, mengenali bahaya jajanan berwarna mencolok, dan menyebutkan alternatif makanan aman seperti buah, susu, dan roti isi. Kegiatan ini juga menghasilkan konten edukatif sebagai media keberlanjutan.
Temuan tersebut sejalan dengan pandangan Prof. Hardinsyah, Guru Besar Gizi IPB, yang menegaskan bahwa “Jajanan sehat bukan hanya soal rasa, tetapi juga keamanan dan kebersihan. Literasi pangan sejak sekolah dasar akan menentukan kesehatan pada masa remaja dan dewasa.”
Kepala SDN 064979 Medan, Dra. Siti Hafsah, MA, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Edukasi ini sangat membantu siswa memahami pentingnya memilih makanan sehat di lingkungan sekolah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program “Jajanan Sehat, Generasi Kuat” diharapkan dapat meningkatkan literasi gizi siswa sekolah dasar sekaligus menjadi model pembelajaran berbasis proyek di USU. Ke depan, mahasiswa akan melanjutkan penyebaran materi edukasi melalui media digital untuk memperluas dampak program, sejalan dengan komitmen USU dalam mendukung pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat.
Leave a comment