Reporter: Nur Padilah Ramadani
Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi dalam Tim M-One dengan meraih juara pertama pada kategori cerdas cermat dalam ajang Smartonomy Competition 2025 . Kompetisi tingkat regional ini mengangkat tema seputar ekonomi, digitalisasi, dan tujuan pembangunan berkelanjutan yakni Sustainable Development Goals (SDGs). Kompetisi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta pemahaman peserta terhadap isu-isu ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di era digital.
Proses menuju kemenangan dilakukan melalui berbagai tahapan seleksi ketat, sampai babak semifinal yang dihadiri oleh 14 tim, terdiri dari 4 tim dari USU, 4 dari Universitas Negeri Medan (Unimed), dan 6 dari Universitas Satya Terra Bhinneka. Dari jumlah tersebut, hanya 6 tim terbaik yang melaju ke babak final, dengan masing-masing dua tim berasal dari USU, Unimed, dan Universitas Satya Terra Bhinneka.
Tim M-One yang berhasil meraih juara pertama dalam ajang cerdas cermat Smartonomy Competition 2025 ini terdiri dari Hanina Afifah dari Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2022, Nadia Maisa Alya dari Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) angkatan 2022, serta Ahmad Ibrahim Harahap dari Prodi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2022. Kolaborasi dari berbagai jurusan menjadi salah satu kekuatan utama tim dalam menghadapi berbagai jenis soal dan studi kasus.
Namun, perjalanan menuju kemenangan tidak lepas dari tantangan. Perlu ada strategi yang yang saling menguatkan dari setiap anggota di dalam tim ini. “Kalau strategi sih kami bagi peran sesuai kelebihan masing-masing. Ibra itu cepat memahami dan hafal materi, jadi cocok di pertanyaan rebutan. Sedangkan Hanina dan saya lebih ke studi kasus karena bisa memberikan analisis dan penjelasan dengan detail dan runtut,” ungkap Nadia.
Proses persiapan tim terbilang cukup singkat karena kesibukan masing-masing anggota. Tim M-One memulai babak persiapan dari pengerjaan esai. Esai tersebut kemudian diserahkan pada hari terakhir pendaftaran, dan menjadi jalan pembuka tim ini menuju babak semifinal.
Ibrahim mengungkapkan tim mereka berkompetisi dalam format cerdas cermat melawan tim-tim terbaik hingga berhasil lolos ke babak final bersama enam tim lainnya. Saat babak final, pertandingan kembali berlangsung dalam format cerdas cermat dengan persiapan yang serupa, Ibrahim bersama timnya menjalaninya dengan suasana menyenangkan dan prinsip nothing to lose dan berhasil mendapatkan posisi pertama dalam kompetisi cerdas cermat.
“Tetap mencoba, kalah atau menang itu urusan belakangan yang penting berani mencoba. Kemudian kita bisa mendapatkan pengalaman, karena di balik itu ada hikmah yang kita ambil untuk mendapatkan pelajaran yang berharga,” tutur Hanina.
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment