Home Kabar Kampus Membangun Jurnalisme Humanis Bersama Pramana Krida Suara USU 2025
Kabar Kampus

Membangun Jurnalisme Humanis Bersama Pramana Krida Suara USU 2025

Share

 

Reporter: Alya Nayla Sahirah, Naila Ariyati

Suara USU, Medan. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara USU telah merampungkan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) bertajuk Pramana Krida yang dilaksanakan pada 4–6 Agustus 2025 di Mess USU Berastagi. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan praktik bagi para jurnalis muda dari berbagai LPM di Indonesia untuk memperdalam kemampuan jurnalisme pada bidang human interest. Rangkaian PJTLN dimulai melalui kompetisi nasional yang diberi nama Arajana (Arah Jurnalis Muda Nusantara), yakni lomba penulisan opini dan fotografi bertema isu kemanusiaan yang digelar secara daring pada 26 Juni–24 Juli 2025.

Ketua panitia bidang acara, Nanda Shohibul Hidayah Lase, menjelaskan bahwa nama Arajana diambil dari kata “ara” yang berarti arah atau jalur, dan “jana” yang berarti manusia atau masyarakat. “Nama Arajana memberi kesan dinamis dan progresif,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa antusiasme peserta terlihat cukup tinggi, tidak hanya dari jumlah pendaftar yang relatif banyak, tetapi juga dari partisipasi aktif mereka dalam bertanya dan merespons informasi yang dibagikan. Menurutnya, tema yang diangkat membuat banyak peserta tertarik untuk menyuarakan ide mereka melalui karya.

Pelatihan utama Pramana Krida mengusung tema Sanubari dalam Tinta: Jurnalisme Berjiwa untuk Menyentuh Realita. Syafira Sari Azzahra Putri Fadhillah selalu ketua panitia menyebut bahwa tema ini dipilih untuk mendorong empati dalam praktik jurnalistik. “Diharapkan dari kegiatan ini, peserta memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan mampu menyuarakan hal-hal yang jarang tersorot oleh publik,” tuturnya. Selain itu, nama Pramana Krida sendiri diambil dari gabungan kata Sanskerta dan Jawa yang berarti “sarana pengetahuan dan karya”.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk Porman Juanda Marpomari Mahulae selaku Plt. Kepala Dinas Kominfo Sumatera Utara. “Dengan peliputan yang mendalam dan analisis yang tajam, jurnalis dapat membantu masyarakat memahami isu-isu penting, dan pada gilirannya publik akan berkontribusi dalam memajukan daerah kita,” pungkasnya pada penyampaian kata sambutan sebagai pembuka pelatihan.

Peserta PJTLN menerima tiga materi utama dari para pemateri dengan bidang pembahasan yang berbeda. Rizal Rudi Surya, sebagai Wakil Pimpinan Redaksi Harian Analisa, mengangkat materi pertama berjudul Esensi dan Teknik Penulisan Jurnalisme Human Interest. Ia mengungkapkan pentingnya empati dan skeptisisme dalam menulis kisah kemanusiaan. Kemudian, Prayugo Utomo dari IDN Times, membawakan topik bertajuk Reportase dan Dokumentasi Visual Jurnalisme Human Interest. Prayugo menayangkan film dokumenter Lara Aspal sebagai pembuka diskusi tentang jurnalisme visual bersama peserta pelatihan. Sementara itu, Eka Dalanta, seorang penulis dan pegiat sastra Indonesia, menjelaskan materi terakhir mengenai Perencanaan dan Produksi Liputan Human Interest dalam Isu Budaya dan Lingkungan. Ia memaparkan teknik perencanaan liputan berbasis empati, mulai dari riset hingga penyusunan narasi.

Pramana Krida juga dimeriahkan dengan sesi Malam Budaya dan Keakraban, yang mempertemukan peserta dalam pertunjukan bakat dan berbagi budaya serta makanan khas daerah. Reinhard Halomoan L. Tobing, Pimpinan Umum Suara USU, menyebut malam budaya sebagai momen paling berkesan dalam kegiatan ini. “Di sanalah kami dapat saling berbagi senyum, serta berbagi cerita dengan seluruh peserta dari berbagai LPM,” tuturnya. Ia juga berharap agar PJTLN Suara USU ke depannya dapat dikemas dengan rangkaian acara yang lebih kompleks dan dihadiri oleh lebih banyak peserta.

Selain pelatihan di ruangan, peserta juga terjun langsung ke lapangan dalam sesi liputan bersama di Pasar Buah Berastagi dan Taman Alam Lumbini. Mereka mengangkat isu seperti peran perempuan dalam ekonomi lokal, identitas budaya, dampak kebijakan daerah, serta mempraktikkan teknik reportase dan dokumentasi visual yang telah dipelajari sebelumnya.

Dalam sesi kesan dan pesan, Muhammad Satria Sembiring Pelawi dari LPM Dinamika UINSU membagikan pengalamannya selama mengikuti PJTLN. “Saya merasakan kedekatan terhadap seluruh kru Suara USU. Ini PJTLN yang sangat bagus, walau yang pertama, sudah sangat layak mendapatkan apresiasi,” ungkapnya. Ia juga berharap kegiatan seperti ini terus diadakan dan komunikasi antar peserta tetap terjalin setelah acara selesai.

Sebagai penutup, keesokan harinya peserta eksternal diajak mengikuti mini trip di Kota Medan dengan mengunjungi Rumah Tjong A Fie dan Pos Bloc Medan. Perjalanan ini tak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga memperkaya pemahaman peserta akan sejarah dan keberagaman sosial di Kota Medan.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.