SUARA USU
Uncategorized

Mengasah Kreativitas Anak-anak Gen Z Di Panti Asuhan Bala Keselamatan (Salvation Army) Dengan Metode Casework

Oleh: Joice Margaretha Zebua

Suara USU, Medan. Panti Asuhan Bala Keselamatan (Salvation Army) terletak di Jalan Yos Sudarso Medan dengan jenjang pendidikan anak yang beragam mulai dari SD hingga SMA/SMK. Selain pendidikan di dalam sekolah, pengajaran di luar sekolah juga perlu sebagai booster dalam meraih impian yang salah satunya adalah mengasah kreativitas. Kreativitas merupakan kemampuan individu untuk memecahkan persoalan dengan akal berpikir yang inventif.. Menurut Guilford, kreativitas adalah proses pemikiran divergen yang memungkinkan seseorang melihat berbagai pilihan penyelesaian. Kreativitas menimbulkan beragam efek yang positif seperti peningkatan fungsi kognitif, kesehatan mental yang lebih baik, dan keterampilan yang mumpuni. Kreativitas diperlukan adanya untuk melatih ekspresi anak dalam emosional dan kognitif mereka, hal Ini membantu mereka merespon dan mengerti dunia sekitar mereka sambil membangun keterampilan yang nantinya dapat berguna di masa depan.

Secara umur casework merupakan metode yang memerlukan pendekatan yang terfokus terhadap pemahaman mendalam kepentingan dan potensi anak secara individu. Di Panti Asuhan Bala Keselamatan metode tersebut digunakan untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan minat anak. Dengan demikian, masing-masing setan mendapatkan layanan individu yang terkonsentrasi pada dukungan kreatif. Terdapat beragam kegiatan kreatif yang ditujukan untuk menumbuhkan imajinasi dan inovasi anak-anak Gen Z seperti :

1. Menggambar dan Mewarnai

Menggambar dan Mewarnai adalah cara yang menyenangkan untuk melatih kreativitas visual anak-anak. Mereka mengasah keterampilan motorik halus dan belajar tentang warna, bentuk, dan proporsi melalui aktivitas ini. Lebih penting lagi, menggambar dan mewarnai memberi anak-anak kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan imajinasi mereka.

2. Program Menulis Pantun dan Puisi

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas linguistik anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bermain dengan kata-kata, ritme, dan rima. Mereka juga merasa lebih mampu mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka dengan lebih mendalam, dan mereka juga meningkatkan keterampilan bahasa mereka.

3. Membuat Miniatur Bangunan
Ini adalah pekerjaan yang menggabungkan seni dan sains. Anak-anak belajar pemecahan masalah dan belajar tentang proporsi, desain, dan arsitektur. Selain itu, proyek ini mendorong kerja sama tim dalam kelompok, meningkatkan kemampuan kerja sama mereka.

Untuk mencegah anak-anak bosan, kegiatan kreatif ini dilengkapi dengan berbagai permainan. Permainan ini meningkatkan keterampilan sosial dan kognitif anak-anak. Misalnya, permainan puzzle meningkatkan konsentrasi dan kemampuan berpikir logis, sedangkan permainan kelompok mengajarkan cara bekerja sama dan bekerja sama. Setiap anak mendapatkan perhatian yang dipersonalisasi melalui metode casework. Pengasuh mengetahui minat dan bakat setiap anak sehingga mereka dapat memilih kegiatan yang paling cocok untuk mereka. Hasilnya, anak-anak tidak hanya lebih kreatif, tetapi juga lebih percaya diri dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi.

Artikel ini adalah publikasi tugas Praktek Kerja Lapangan dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Budaya Kerja Generasi Milenial di Era Digital

redaksi

Tren Perkembangan Sumber Daya Manusia Indonesia di Tahun 2030

redaksi

Mahasiswa PKL II FISIP USU Adakan Mini Project Gotong Royong Bersama Warga Padang Bulan

redaksi