Home Puisi Meruntuhkan Sekat, Merayakan Perempuan
Puisi

Meruntuhkan Sekat, Merayakan Perempuan

Share

Oleh: Suci Rahmawati Siregar

Pernah, kau dan aku terseok di lorong gelap yang pekat

langkah enggan menapak pada tanah yang kian retak

jatuh dan bangun demi sekadar berdiri tegak

hingga pecah suaramu, lantang membelah sekat 

menggumamkan kesetaraan bagai angin ribut yang lekat

Pernah, kami dicap pabrik peranakan semata 

hanya layak di depan tungku, dilarang menimba cita-cita

menelan caci berbuih, dihujani hina dan nista

begitu bejat sematan yang mengikat sayap sang jelita

Bangkit! Bangkit! Bangkit! 

bersahutan antara amarah dan tangis yang membukit 

bak gemuruh badai, suara kami kian melangit 

membelah batu, tak lagi bersemayam di balik tungku yang sempit 

kini kami berdiri gagah, mengagungkan kekuatan yang kian melejit

Sebab perempuan bukan sekadar panggilan yang singkat,

kami tak akan lagi mampu kau ikat,

kami tak akan redam, melintasi zaman dengan martabat,

bersemi abadi, hingga akhir hayat.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.