SUARA USU
Uncategorized

Mini Riset Penerapan Gotong Royong pada Masa Kini

Penulis: Cherisa Adelia Putri / Shafira Adinda Putri / Yanela Raihan Tihani / Jonatan Dwi Putra Pasaribu / Srael C. M. Siringoringo / Naurah Alya Rahmah

Suara USU, Medan. Budaya gotong royong adalah salah satu budaya masyarakat Indonesia yang secara bertahap luntur. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa budaya modern telah mulai mempengaruhi masyarakat Indonesia yang pada gilirannya mengurangi kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap budaya gotong royong.

Budaya gotong royong memiliki potensi untuk membuat masyarakat lebih berdaya dan sejahtera karena dengan bergotong royong, berbagai masalah kehidupan masyarakat dapat diselesaikan dengan mudah dan murah, serta kegotongroyongan dapat menghasilkan hasil yang lebih baik.

Kami telah melakukan mini riset kepada beberapa warga Kota Medan dan ternyata sebagian besar warga Kota Medan masih melestarikan budaya gotong royong di lingkungan tempat tinggalnya.

Berikut adalah beberapa sifat gotong royong:

  1. Kekeluargaan

Kekeluargaan didasarkan pada rasa cinta kasih, persatuan dan kesatuan, rasa senasib-sepenanggungan, hubungan batin kental, toleransi tinggi, dan tidak adanya nafsu mencari keuntungan sendiri dengan merugikan yang lain. Berdasarkan hasil riset kami, Sebagian besar warga Kota Medan telah menerapkan sifat kekeluargaan pada lingkungan tempat tinggalnya.

  1. Bertanggungjawab

Bertanggungjawab adalah kesadaran seseorang akan kewajiban untuk menanggung segala akibat dari sesuatu yang telah diperbuatnya. Sifat gotong royong bertanggungjawab maksudnya adalah kita dapat bertanggungjawab terhadap apa yang telah kita miliki dan kita harus menjaga sesuatu yang telah miliki. Contohnya adalah kebersihan lingkungan tempat tinggal itu merupakan tanggung jawab siapapun yang tinggal di lingkungan tersebut.

  1. Kerja Sama

Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara individu atau kelompok sosial untuk mencapai tujuan bersama. Berdasarkan hasil mini riset kami, 76,9% orang yang kami survey mengatakan bahwa di lingkungan tempat tinggalnya masih sering mengadakan Kerja sama gotong royong seperti ronda malam dan membersihkan lingkungan bersama.

  1. Mementingkan Kepentingan Bersama

Mementingkan kepentingan bersama berarti mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi atau golongan. Sifat gotong royong yang satu ini lah yang sangat menunjukkan adanya persatuan bangsa.

  1. Kerukunan

Kerukunan adalah sikap atau sifat menenggang, menghormati, dan menghargai perbedaan yang ada dalam kehidupan bersama. Semua orang yang kami riset mengatakan bahwa di lingkungan tempat tinggal mereka hidup rukun.

  1. Sukarela

Sukarela merupakan perbuatan ikhlas melakukan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih. Gotong royong mengajarkan kita untuk bisa menolong sesama dengan sukarela.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila dengan Dosen Pengampu: Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si.

Redaktur: Tania A. Putri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Penggunaan Media Sosial terhadap Gaya Hidup Mahasiswa

redaksi

Mahasiswa Kesejahteraan Sosial USU Melatih Fokus dan Kesabaran Anak Autisme Dengan ADHD

redaksi

Keterkaitan Nilai Pancasila dalam Upaya Membentuk Pelajar Anti Narkoba dan Pergaulan Bebas

redaksi