Home Kabar Kampus Nahkoda Baru Suara USU, Menuju Jurnalistik Inklusif dan Bermakna
Kabar Kampus

Nahkoda Baru Suara USU, Menuju Jurnalistik Inklusif dan Bermakna

Share
Ilustrator: Gaisha Putri

Reporter: Katrin Alina

Suara USU, Medan. Pergantian kepemimpinan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting yang menentukan arah baru sebuah organisasi. Di tengah dinamika kampus yang terus bergerak, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara USU kembali menetapkan haluan baru melalui nakhoda baru dalam kepemimpinan periode 2025/2026.

Reinhard Halomoan Lumban Tobing resmi menjabat sebagai Pimpinan Umum Suara USU didampingi oleh Merry Agnus Dei Gultom sebagai Wakil Pimpinan Umum periode 2025/2026. Keduanya bertekad membawa Suara USU menjadi lembaga pers yang inklusif, adaptif, dan lebih kuat dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa.

Dengan mengusung jargon “Gemakan Aspirasi, Semangat Memotivasi”, Reinhard menyampaikan visinya untuk menjadikan Suara USU sebagai ruang pengembangan diri yang terbuka bagi seluruh kru. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas produk jurnalistik dan ketaatan pada kode etik sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap publik kampus.

“Suara USU harus tetap konsisten dalam menerbitkan produk jurnalistik yang berkualitas, sehingga kepercayaan mahasiswa bisa terus terjaga,” ujar Reinhard.

Langkah awal kepemimpinan Reinhard dan Merry ditandai dengan perasaan haru sekaligus tanggung jawab besar. Mereka mengakui sempat merasa gugup, tetapi keduanya menunjukkan komitmen tinggi untuk mengawal Suara USU ke arah yang lebih baik.

“Saya merasa Suara USU adalah tempat yang tepat untuk belajar memimpin dan menyelesaikan masalah. Selain itu, saya beruntung punya kru yang bersemangat dan mau mengabdi secara totalitas,” ungkap Reinhard.

Salah satu program unggulan yang dirancang adalah Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjutan (PJTL), yang akan menjadi pelatihan pertama sejak Suara USU aktif kembali pada 2019. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi kru dalam menghadirkan karya jurnalistik yang lebih tajam dan relevan.

Reinhard juga berharap produk-produk Suara USU dapat berkembang menyesuaikan zaman, dengan format dan pendekatan yang lebih segar agar tetap diminati mahasiswa.

Merry menambahkan, perjalanan kepemimpinan ini ibarat kereta malam yang panjang, sunyi, namun penuh harapan. “Kami mungkin tidak tahu apa yang akan dihadapi di tiap ‘stasiun’, tapi kami yakin prosesnya akan sepadan,” ujarnya.

Keduanya sepakat membangun budaya kerja yang sehat, terbuka, dan saling mendukung. Mereka ingin memastikan setiap kru merasa aman, berkembang, dan dihargai sebagai bagian dari tim.

“Semoga dari 87 kru yang dilantik, semuanya dapat menyelesaikan periode ini bersama. Kami ingin Suara USU menjadi ruang tumbuh yang nyata bagi semua,” pungkas Reinhard.

“Setiap kru memiliki potensi, dan tugas kami sebagai pimpinan adalah memastikan mereka merasa aman, berkembang, dan dihargai. Nilai seperti saling menghargai, empati, dan konsistensi akan terus kami jaga,” tutup Merry.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

 

 

 

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.