Reporter: Jesika Yusnita Laoly
Suara USU, Medan. Perayaan Natal Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) 2025 digelar pada Sabtu (13/12/2025) dengan mengusung tema “Spread Love and Stay United”. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus kemanusiaan, yang menegaskan pentingnya kasih, solidaritas, dan persatuan di tengah keberagaman.
Perayaan diawali dengan barisan prosesi dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Sumatera Utara, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kepala daerah, konsulat negara sahabat, sivitas akademika, alumni, serta mahasiswa USU.
Ketua Panitia Natal Oikumene USU 2025, Dr. Drs. Tunggul Sihombing, M.A., dalam sambutannya menekankan bahwa kasih merupakan pengikat utama yang mempersatukan manusia di tengah perbedaan. Tema Natal tahun ini diambil dari Kolose 3:14.
“Di atas segala sesuatu, kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan yang menyempurnakan,” ujar Tunggul dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa kasih tidak berhenti pada perasaan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata. Hal tersebut tercermin dari berbagai aksi sosial yang dilakukan panitia Natal Oikumene USU 2025, seperti kunjungan ke pemukiman imigran di Base Camp Cendana, Medan, penyaluran bantuan bagi penyintas banjir dan longsor melalui Satgas USU Peduli Bencana, serta pengiriman lampu tenaga surya ke daerah terdampak di Tapanuli Tengah.
“Kita sedang menunjukkan bahwa persatuan dan solidaritas tidak hanya terjadi di dalam gedung auditorium ini, tetapi juga ketika kita turun ke lapangan menyentuh kehidupan orang-orang yang membutuhkan,” katanya.
Sekretaris Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked.(OG), Sp.OG, Subsp.F.E.R., mewakili Rektor USU, menyampaikan bahwa Natal merupakan peristiwa iman sekaligus peristiwa kemanusiaan yang mengajarkan nilai universal seperti kasih, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Tema Natal dinilainya relevan dengan kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai bencana alam.
Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan dalam situasi krisis bukan hanya bantuan material, tetapi juga kehadiran kasih dan solidaritas lintas batas. Sebagai sivitas akademika, warga USU memiliki tanggung jawab moral untuk menjadikan kampus sebagai ruang pembentukan karakter dan kemanusiaan, serta menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Desni Maharani Saragih, S.STP., M.Si., yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, menyampaikan bahwa Natal mengajak umat untuk hadir sebagai pembawa terang dan pengharapan bagi sesama, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana. Ia berharap Universitas Sumatera Utara terus berperan sebagai agen perubahan melalui pemikiran, pengabdian, dan aksi kemanusiaan.
Dalam khotbah Natal, Pdt. Dr. Sukanto Limbong, M.Th., menguraikan makna Kolose 3:14 tentang kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Ia menegaskan bahwa kasih yang diajarkan Yesus bukanlah kasih yang lemah, melainkan kasih yang kuat dan melampaui standar manusia.
“Kasih itu bukan barang murah, bukan barang lemah. Kasih itu sesuatu yang begitu powerful,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa mengenakan kasih harus dimulai dari doa yang benar, sikap hati yang benar, serta diwujudkan melalui perkataan dan perbuatan yang benar.
Perayaan Natal Oikumene USU 2025 berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, sekaligus menegaskan komitmen Universitas Sumatera Utara untuk terus menumbuhkan nilai kasih, persatuan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan kampus dan masyarakat luas.
Redaktur: Axfeba Saragih
Leave a comment