Home Kabar Kampus Natal Oikumene USU 2025 Tampilkan Persatuan dalam Keberagaman Budaya
Kabar Kampus

Natal Oikumene USU 2025 Tampilkan Persatuan dalam Keberagaman Budaya

Share

Reporter: Jesika Yusnita Laoly

Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Perayaan Natal Oikumene 2025 pada Sabtu (13/12/2025) dengan mengusung tema “Spread Love and Stay United”. Perayaan ini menampilkan keberagaman budaya melalui rangkaian ibadah dan persembahan seni yang melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah dan budaya.

Perayaan Natal Oikumene tersebut dihadiri pimpinan universitas, perwakilan pemerintah daerah, konsulat negara sahabat, sivitas akademika, alumni, serta mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan iman dan kebudayaan dalam semangat persatuan dan toleransi di lingkungan kampus.

Ibadah diawali dengan tarian prosesi pembuka yang memadukan berbagai unsur tarian tradisional Indonesia sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Prosesi tersebut menandai dimulainya ibadah Natal Oikumene yang sarat nilai inklusivitas.

Keberagaman budaya juga ditampilkan melalui medley lagu Natal “Ninowe Yesus” dan “Sye Manseren Allaj Ronanggi” yang dipersembahkan oleh mahasiswa USU asal Papua. Persembahan tersebut menghadirkan nuansa musikal khas Papua sekaligus menyampaikan pesan iman tentang kelahiran Yesus Kristus. Selain itu, mahasiswa asal Papua menampilkan tari Pangkur Sagu, tarian tradisional yang sarat makna kebersamaan, rasa syukur, dan harapan, yang merefleksikan nilai gotong royong dan solidaritas.

Salah satu rangkaian utama perayaan ini adalah sendratari yang memadukan seni drama dan tari dengan mengangkat tema persatuan dan saling mengasihi di tengah keberagaman. Sendratari tersebut mengisahkan dinamika perbedaan yang berpotensi menimbulkan perpecahan, namun dapat disatukan melalui kasih, dialog, dan sikap saling menghormati. Pertunjukan ini menggabungkan unsur tari Batak Toba, Karo, dan Nias dalam satu alur cerita yang utuh sebagai simbol harmoni dalam perbedaan.

Nuansa internasional turut dihadirkan melalui tari India “Mozhde Bede Isa Amad/Spread Good News, Jesus Has Come”, yang menggambarkan kabar kelahiran Yesus Kristus melalui gerak tari tradisional India. Persembahan ini menegaskan bahwa pesan Natal bersifat universal dan melintasi batas budaya.

Selain seni tari dan drama, perayaan Natal Oikumene USU 2025 juga dimeriahkan oleh berbagai bentuk ekspresi seni lainnya, seperti musikalisasi puisi, paduan suara, duet vokal, vokal grup, serta pertunjukan rap rohani yang dikemas secara kreatif.

Melalui rangkaian ibadah dan persembahan seni budaya tersebut, Natal Oikumene USU 2025 menjadi sarana penguatan nilai persatuan, kasih, dan toleransi di tengah keberagaman sivitas akademika Universitas Sumatera Utara.

Redaktur: Katrin Alina

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.