SUARA USU
Life Style

Neokorteks dan Timeline Hidup Manusia

Penulis: Aditya Raihan

“Hanya satu jenis spesies di muka bumi yang mengunci dirinya terhadap waktu. Mereka adalah manusia.” -Nam Se Hee.

Suara USU, Medan. Manusia dan waktu adalah dua hal yang saling mengaitkan dan terikat satu sama lain. Menjadi manusia seringkali adalah tentang menjadi apa, pada waktu kapan, dan memiliki apa pada waktu sekian. Saat masih kecil kita diminta untuk memikirkan akan bersekolah di mana, kuliah di mana dan bekerja sebagai apa nantinya. Saat sudah bekerja, secara otomatis kita akan mulai memikirkan bagaimana memiliki rumah, mobil dan segera menikah. Saat sudah menikah dan ekonomi stabil, kita akan mulai memikirkan bagaimana menghabiskan masa tua.

Seolah hidup manusia selalu dikejar waktu dan hanya tentang mempersiapkan hal-hal yang akan datang. Seolah pikiran manusia selalu tentang bagaimana mempertahankan hidup di masa yang belum tentu juga mereka bisa dapatkan. Melelahkan sekali rasanya. Pemikiran ini tidak lepas dari peranan neokeorteks yang terdapat pada otak manusia.

Secara sederhana, otak manusia terbagi atas 3 bagian yaitu eptilian brain, limbic brain dan neokorteks. Neokorteks adalah bagian penting dari otak manusia. Ini memungkinkan kita untuk merasakan, berpikir, dan bertindak sebagai manusia. Neokorteks ini adalah bagian otak yang membuat manusia itu cerdas. 80% bagian otak manusia adalah neokorteks dan ini alasan kenapa manusia jauh lebih pintar daripada hewan-hewan di bumi. Dengan kata lain, neokorteks adalah bagian dari otak manusia yang bertanggung jawab atas konsep waktu seperti di umur 20 hingga 30 tahun. Dengan neokorteks, manusia mampu berpikir dengan baik, menimbang dengan matang, dan merencanakan masa depan.

Mahluk mamalia lain selain manusia tidak mempunyai neokorteks. Ambil contoh kucing, kucing tidak akan merasa bosan atau depresi meskipun makanan yang mereka makan sama atau melakukan hal yang sama di kehidupan mereka sehari-hari. Mamalia lain selain manusia tidak punya masa lalu atau masa depan, tetapi manusia yang mempunyai neokorteks akan mempunyai masa lalu dan masa depan, itulah salah satu fungsi neokorteks pada manusia.

Terkadang, manusia terlalu mengikat diri terhadap waktu. Seolah hidup sebagai manusia selalu dikejar waktu dan hanya tentang mempersiapkan hal-hal yang akan datang. Seolah pikiran manusia selalu tentang bagaimana mempertahankan hidup di masa yang belum tentu juga kita bisa dapatkan.

“kenapa dia lebih cepat ya medapatkan banyak prestasi, kenapa dia lebih cepat lulus ya?” Tidak ada yang lebih lambat ataupun lebih cepat. Setiap kita punya jatah waktu yang berbeda, tidak bisa dibandingkan. Jangan membatasi diri dengan usia pada rencana hidup kita. Kita masih boleh terus bermimpi walaupun mimpi itu tak mudah terwujud, berapapun usia kita. Nikmati saja perjalanannya. Lagi pula, melewati hidup adalah pertama kalinya bagi kita semua.

Redaktur: Anna Fauziah Pane


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Crab Mentality: Tentang Rasa Iri Dengan Kesuksesan Orang Lain

redaksi

Mengenal Berbagai Macam Lifestyle, Manakah yang Cocok Untukmu?

redaksi

Oversharing, Budaya Baru Pengguna Media Sosial

redaksi