Oleh: Jesika Yusnita Laoly, Zalfa Tirta
Suara USU, Medan. Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) merayakan Dies Natalisnya yang ke-70 dengan meriah pada hari Kamis, 29 Februari. Acara tersebut diselenggarakan di Gedung Peradilan Semu FH USU dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mulai dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM), Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, SH., M.Sc., Ph.D., Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia, Prof. Amzulian Rifai, S.H., LLM., Ph.D., serta Wakil Rektor 1 Universitas Sumatera Utara, Dr. Edy Ikhsan, S.H., M.A. Hadir pula perwakilan dari Kejaksaan RI Medan, Kapoltabes Medan, Dekanat Fakultas Hukum, para guru besar dan dosen, alumni, mahasiswa, dan tamu undangan lainnya.
Orasi ilmiah pada Dies Natalis Ke-70 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) mengangkat tema “Tantangan Kekinian Komisi Yudisial dalam Pengawasan Peradilan” yang disampaikan oleh Prof. Amzulian Rifai. Dalam orasinya, Prof. Rifai memberikan wawasan mendalam tentang tantangan yang dihadapi dalam pengawasan peradilan saat ini, sambil menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga negara untuk memajukan bidang hukum.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya disusul dengan mengheningkan cipta dan berdoa. Setelahnya dilanjut dengan kata sambutan oleh ketua panitia penyelenggara Dies Natalis FH yakni, Dr. Iwan Ginting S.h., M.Hum. Dalam kata sambutannya besar harapannya agar acara acara seperti ini dapat membuat fakultas hukum menjadi lebih produktif dan beliau turut memberikan wejangan kepada alumni fakultas hukum Universitas Sumatera Utara agar tetap menjaga tali silaturahmi.
Kemudian dilanjut kata sambutan oleh Menteri Hukum dan Ham RI, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, SH., M.Sc., Ph.D., dimana dia menekankan pentingnya peran alumni dalam pembangunan bangsa melalui penegakan hukum yang adil. Dia juga memberikan wejangan kepada mahasiswa untuk menguasai teknologi informasi dan berbahasa asing guna bersaing di era globalisasi.
Sementara itu Wakil Rektor 1, Dr. Edy Ikhsan, S.H., M.A., dalam kata sambutannya mengatakan apresiasi terhadap kontribusi Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dalam membangun jati diri serta dalam mensukseskan program-program pembangunan bangsa, khususnya dalam bidang penegakan hukum. Dia juga menyoroti pentingnya pengawasan peradilan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Kata sambutan di tutup oleh Dekan Fakultas Hukum, Dr. Mahmul Siregar, SH., M.Hum, yang berisi laporan capaian tahunan fakultas dalam memajukan kualitas dan kuantitas pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, serta menekankan pentingnya terus meningkatkan prestasi dan pencapaian terbaik Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara di kancah Internasional
Dalam hasil wawancara dengan Menteri Hukum dan HAM, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, SH., M.Sc., Ph.D., beliau menegaskan harapannya agar FH USU menjadi leading faculty of law tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga di Indonesia dan dunia internasional.
“ Saya berharap fakultas hukum akan menjadi liding faculty of law tidak hanya di Sumatera Utara tetapi di seluruh Indonesia bahkan di dunia internasional. Hal ini tidak hanya untuk para dosen tapi juga untuk para mahasiswanya,” ungkapnya.
Dia juga menyoroti pentingnya keterlibatan fakultas dalam pembentukan kebijakan hukum yang berkeadilan serta kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan solusi hukum inovatif.
“ Ini melibatkan kegiatan-kegiatan dimana fakultas harus bisa masuk tidak hanya di kampus saja, mengadakan networking kerjasama. Misalnya saya, kerjasama antara Kementerian Hukum dan HAM dengan pengadilan, mahkamah agung, kejaksaan, organisasi organisasi profesi dan kelompok-kelompok pengacara, yang terus terlibat dalam memberikan pikiran tentang perubahan hukum, transformasi dan reformasi hukum ke depan dan juga dalam penegakan hukum,” jelasnya
“Pimpinan fakultas juga harus bekerja sama, membuka diri, dan menjemput bola. Menemui kementerian lembaga, menemui mahkamah agung, kerjasama-kerjasama apa yang bisa dibangun bersama.,” sambungnya.
Selain itu, Ketua Komisi Yudisial RI, Prof. Amzulian Rifai, S.H., LLM., Ph.D., menyoroti perlunya perubahan dalam metode pembelajaran di Fakultas Hukum untuk mengikuti perkembangan hukum saat ini. Prof. Rifai menyoroti perlunya perubahan dalam cara pembelajaran di Fakultas Hukum, dengan lebih menekankan pada analisis daripada sekadar menghafal. Dia juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk memahami keputusan peradilan serta memperkuat independensi peradilan.
Dalam wawancara penutup bersama Wakil Rektor 1, Dr. Edy Ikhsan, S.H., M.A., dia juga menanggapi tema orasi ilmiah tersebut dengan menggarisbawahi pentingnya pengawasan peradilan dalam konteks rule of law. Ia menyatakan bahwa FH USU telah memulai langkah-langkah untuk merespons kebutuhan profesionalisme sarjana hukum di masa depan, termasuk dengan mengadopsi metode pembelajaran yang lebih relevan dengan dinamika hukum saat ini. Beliau juga menunjukkan komitmen FH USU untuk meraih standar internasional dengan meningkatkan metode pembelajaran, mengadakan kerjasama internasional, dan melibatkan tenaga pengajar asing.
Dengan demikian, Dies Natalis ke-70 FH USU tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga ajang untuk merenungkan tantangan dan kesempatan di masa depan, serta komitmen untuk terus berkontribusi dalam memajukan dunia hukum di Indonesia.
Redaktur : Grace Pandora Sitorus
Leave a comment