SUARA USU
Uncategorized

Penerapan Sila Keempat di Lingkungan Kampus

Penulis: Anisah Dwi Meilani / Muhammad Rico Prasetio / Siti Nurjanah Barus / M. Raihan Siagian / Salsa Widya Nita / Muhammad Daffa / Ghoirani Habibi Siregar

Suara USU, Medan. Sila keempat dari Pancasila, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” sangat penting diterapkan di lingkungan mahasiswa. Lingkungan mahasiswa adalah tempat di mana mahasiswa belajar, berkembang, dan berinteraksi dengan sesama mahasiswa dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, sila keempat harus dijadikan panduan dalam berinteraksi dan berperilaku di lingkungan mahasiswa.

Sila keempat menunjukkan pentingnya partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Di lingkungan mahasiswa, hal ini dapat diartikan sebagai partisipasi aktif mahasiswa dalam mengambil keputusan yang memengaruhi lingkungan mereka, seperti dalam pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa atau kegiatan-kegiatan kampus lainnya. Partisipasi aktif ini juga mencakup kemampuan untuk mendengarkan pandangan orang lain, mempertimbangkan argumen mereka, dan mencari konsensus bersama.

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta, pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila juga diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.

Sebagai warga negara yang taat terhadap peraturan dan norma-norma yang ada dalam negara Indonesia, sepatutnya kita harus mengetahui dan mengenal lebih dalam tentang Ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang telah tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Pentingnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia menjadi pilar dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Pilar-pilar itu tercermin dalam kehidupan tiap-tiap nilai atau sila Pancasila. Penerapan atau implementasi sila-sila dalam Pancasila merupakan hal yang wajib dilakukan bagi tiap-tiap warga negara. Akan tetapi, saat ini semakin lama pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila justru semakin memudar. Pengaruh masuknya budaya asing dan perkembangan teknologi di tengah kehidupan masyarakat yang selalu diikuti tanpa adanya penyaringan atau seleksi merupakan salah satu penyebab semakin terkikisnya rasa patriotisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.

Pemahaman sekaligus implementasi Pancasila sangat penting bagi mahasiswa yang merupakan actor perubahan dalam pemerataan pembangunan. Mahasiswa seharusnya menjadi roda penggerak implementasi Pancasila. Namun, akhir-akhir ini semangat itu mulai terkikis dan jarang kita temukan. Pada kesempatan kali ini, kami akan sedikit membahas implementasi Pancasila sila keempat dalam lingkungan kampus.

Sila keempat menekankan pentingnya memiliki hikmat dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Mahasiswa harus belajar untuk menghargai perbedaan pendapat dan mempertimbangkan semua sudut pandang sebelum mengambil keputusan. Ini juga mencakup kemampuan untuk memahami konsekuensi jangka panjang dari keputusan yang diambil dan memilih tindakan yang terbaik untuk kepentingan bersama.

Dalam lingkungan mahasiswa, sila keempat juga dapat diartikan sebagai perwakilan mahasiswa dalam berbicara dengan pihak fakultas atau universitas. Perwakilan mahasiswa harus dapat mempertimbangkan kepentingan semua mahasiswa dan membawa masalah yang dihadapi oleh mahasiswa ke perhatian pihak fakultas atau universitas. Dalam hal ini, perwakilan mahasiswa harus memahami tugas dan tanggung jawab mereka, serta memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik.
Sila keempat juga menunjukkan pentingnya menjunjung tinggi demokrasi. Di lingkungan mahasiswa, mahasiswa harus belajar untuk menghargai perbedaan dan menerima keputusan yang diambil melalui proses demokratis. Mahasiswa harus dapat memilih wakil mereka dengan bijaksana, serta memastikan bahwa perwakilan mereka memperjuangkan kepentingan mahasiswa.

Dalam kesimpulannya, sila keempat sangat penting di lingkungan mahasiswa. Mahasiswa harus belajar untuk berpartisipasi aktif, mempertimbangkan semua sudut pandang, dan memilih tindakan terbaik untuk kepentingan bersama. Mahasiswa juga harus memahami tugas dan tanggung jawab mereka sebagai perwakilan mahasiswa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Dengan menerapkan sila keempat ini, lingkungan mahasiswa dapat menjadi tempat yang lebih harmonis dan produktif bagi mahasiswa.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Dosen Pengampu: Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si.

Redaktur: Anna Fauziah Pane

Related posts

Human Relation: Bagaimana Interaksi Mempengaruhi Kinerja

redaksi

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini untuk Mencegah Anak Putus Sekolah

redaksi

Analisis Strategi Distribusi pada Mie Aceh Titi Bobrok

redaksi