SUARA USU
Uncategorized

Pengaruh Media Sosial terhadap Wawasan Kebangsaan pada Generasi Muda

Sumber foto : anteroaceh.com

Oleh : Ferdy Anderson Cornelius Sihaloho/Masfarmedi Sitanggang/Viona Sijabat/Nadine Natasya Harahap/Allysa Humaira/Najwa Atikah Nasution/Qhanakin Ahmad Zhavi

Suara USU, Medan. Pada era digital seperti sekarang ini, media sosial  telah menjadi bagian besar dari kehidupan anak muda di seluruh dunia. Platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Tiktok memberikan peluang tanpa batas untuk komunikasi, interaksi sosial, hiburan, dan akses informasi. Generasi muda menghabiskan banyak waktu  di media sosial, sehingga memengaruhi cara mereka berinteraksi, belajar, dan membentuk identitas. Peran media sosial tidak hanya memengaruhi aspek sosial dan budaya, tetapi juga membentuk pandangan masyarakat terhadap isu-isu penting seperti identitas nasional dan kewarganegaraan. Oleh karena itu, penting untuk memahami kompleksnya pengaruh media sosial terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda di era digital.

Namun, di tengah globalisasi dan kemajuan teknologi, penting bagi mereka untuk mempertahankan akar budaya dan rasa jati diri bangsa. Wawasan kebangsaan memungkinkan mereka memahami sejarah negara dan nilai-nilai kolektif sekaligus terbuka terhadap  pandangan global yang berbeda. Meskipun media sosial dapat memperkuat rasa keterikatan dan kebanggaan terhadap negara dengan menyebarkan informasi tentang warisan budaya, pengaruhnya juga dapat meningkatkan polarisasi dan mendorong dominasi budaya asing. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk menemukan keseimbangan antara keterbukaan terhadap pengaruh global dan menjaga identitas nasional, serta menggunakan media sosial  dengan bijak untuk memperkuat hubungan dengan negara mereka. Adapun sosial media juga dapat membawa dampak positif dan negatif terhadap wawasan kebangsaan pada generasi muda.

Dampak positif dari sosial media terhadap wawasan kebangsaan pada generasi muda ialah sebagai berikut:

  • Memperkuat rasa kebersamaan
  • Memperluas wawasan
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat
  • Akses informasi yang lebih luas

Dampak negatif dari sosial media terhadap wawasan kebangsaan pada generasi muda ialah sebagai berikut:

  • Mengganggu kegiatan belajar generasi muda
  • Bahaya kejahatan dan penipuan
  • Mengganggu kehidupan dan komunikasi sesama keluarga
  • Menimbulkan konflik

Adapun sosial media juga digunakan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, diantaranya seperti:

  • Pendidikan dan Informasi
  • Keterlibatan Masyarakat
  • Penggunaan Multimedia
  • Partisipasi Aktif

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh media sosial terhadap wawasan kebangsaan pada generasi muda, diantaranya:

  • Survei dan penelitian
  • Edukasi dan pelatihan
  • Analisis konten
  • Kolaborasi antar lembaga

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan pengaruh media sosial terhadap wawasan kebangsaan pada generasi muda adalah dapat memengaruhi pandangan dan pola pikir generasi muda dalam hal wawasan kebangsaan. Media sosial dapat berdampak positif atau negatif tergantung pada bagaimana penggunaannya. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk menggunakan media sosial secara bijak dan sehat, serta melaksanakan literasi media dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. Selain itu, perlu adanya kolaborasi antara lembaga pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat literasi media dan edukasi penggunaan media sosial yang sehat dan positif, sehingga generasi muda dapat memperoleh wawasan kebangsaan yang positif dan inklusif.

Artikel ini merupakan publikasi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Dosen pengampu: Onan Marakali Siregar S.Sos., M.Si

Redaktur : Balqis Aurora


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Peran Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Medan dalam Penanganan ODGJ

redaksi

Pemberian Beasiswa Pendidikan Oleh Pemerintah Kota Medan Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan

redaksi

Peran Mahasiswa dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Universitas Sumatera Utara

redaksi