Home Kabar Kampus Penyaluran Beasiswa Prestasi Hanya Sekali, Efisiensi Jadi Alasan Utama
Kabar Kampus

Penyaluran Beasiswa Prestasi Hanya Sekali, Efisiensi Jadi Alasan Utama

Share

Reporter: Dinda Sajidah, Emia Timentha Tarigan

Suara USU, Medan . Universitas Sumatera Utara (USU) menetapkan penyaluran Beasiswa Prestasi hanya satu kali dalam satu periode, yakni pada semester genap. Kebijakan ini diambil sebagai dampak efisiensi anggaran dan memunculkan beragam tanggapan dari mahasiswa, terutama terkait transparansi informasi penyaluran dana.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan USU, Prof. Dr. Rudy Sofyan, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari efisiensi yang diterapkan secara menyeluruh, baik di tingkat fakultas, universitas, hingga kementerian. Efisiensi dilakukan untuk mengoptimalkan anggaran pendidikan agar tetap terkendali.

“Efisiensi ini terjadi di semua lini, bukan hanya beasiswa. Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kami harus mengambil keputusan agar program tetap berjalan,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, apabila skema dua semester tetap dipertahankan dengan jumlah penerima yang sama seperti periode sebelumnya, maka berpotensi berdampak pada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang akan dibebankan kepada mahasiswa. Oleh karena itu, pihak Direktorat dihadapkan pada dua pilihan, yakni mempertahankan dua semester dengan jumlah penerima lebih sedikit atau menyalurkan beasiswa satu semester dengan cakupan penerima lebih luas.

Dari dua opsi tersebut, pihaknya memilih memperluas jumlah penerima dengan konsekuensi penyaluran hanya dilakukan selama satu semester.

“Daripada hanya sebagian yang menerima, kami memilih agar lebih banyak mahasiswa bisa merasakan manfaatnya, meskipun hanya satu semester,” jelasnya.

Berdasarkan data Direktorat, jumlah pendaftar Beasiswa Prestasi mencapai lebih dari 1.000 mahasiswa dengan kuota penerimaan sebanyak 500 mahasiswa. Sementara itu, anggaran yang tersedia sekitar Rp5 miliar, yang juga dialokasikan untuk beasiswa lain seperti KIP Kuliah dan Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM). Hal ini menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan tersebut.

Meski demikian, pihak Direktorat menegaskan bahwa nominal bantuan tetap dipertahankan, yakni sebesar Rp2.100.000, namun hanya diberikan satu kali pada semester genap. Sejumlah pengeluaran lain, seperti perjalanan dinas dan kegiatan nonprioritas, turut dikurangi guna menjaga keberlanjutan bantuan bagi mahasiswa.

Pihak Direktorat juga menjelaskan bahwa status penerima beasiswa akan kembali “bersih” setelah pergantian semester. Informasi tersebut telah disampaikan dalam pengumuman resmi bahwa Beasiswa Prestasi berlaku untuk semester genap tahun akademik 2025/2026.

“Di pengumuman sudah jelas bahwa beasiswa ini untuk satu semester, yaitu semester genap 2025/2026. Artinya, saat memasuki semester ganjil, mahasiswa sudah tidak lagi berstatus sebagai penerima beasiswa, sehingga dapat mengajukan beasiswa lain,” jelas pihak Direktorat.

Di sisi lain, mahasiswa penerima beasiswa mengaku sempat mengalami kebingungan terkait proses penyaluran dana. Salah satu penerima, Anggi, menyampaikan bahwa sejak awal proses seleksi dinilai berlangsung cukup cepat dan terkesan terburu-buru.

“Saya merasa bersyukur dan bangga bisa menjadi penerima beasiswa. Namun, di sisi lain sempat bingung karena informasi mengenai alasan penyaluran hanya satu kali belum dijelaskan secara rinci, sementara banyak mahasiswa juga mempertanyakan hal ini,” ujarnya.

Anggi juga menyoroti minimnya respons dari pihak kampus terhadap pertanyaan yang disampaikan melalui media sosial, sehingga menimbulkan ketidakpastian di kalangan penerima. Meski demikian, dana beasiswa yang sebelumnya dijadwalkan cair pada April 2026 diketahui telah disalurkan pada 28 April 2026.

Ia menilai beasiswa tersebut tetap memberikan manfaat signifikan dalam menunjang kebutuhan akademik, meskipun belum sepenuhnya menutupi biaya kuliah.

“Setidaknya bisa membantu meringankan beban UKT, apalagi jumlah penerimanya juga cukup banyak,” katanya.

Selain itu, ia berharap ke depan penyaluran beasiswa tidak hanya dilakukan pada semester genap, tetapi juga mencakup semester ganjil, disertai peningkatan transparansi informasi agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan mahasiswa.

Direktorat Kemahasiswaan USU menyatakan akan terus mengupayakan penambahan kuota beasiswa melalui kerja sama dengan pihak eksternal, seperti Bank Indonesia dan BCA. Pihaknya juga berharap kondisi anggaran dapat membaik sehingga penyaluran beasiswa dapat kembali dilakukan lebih dari satu semester.

Redaktur: Lucy Kezia Simarmata

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.