
Oleh: Desi Vita Dewi Hutauruk, Rachel Joseline Simanjuntak
Suara USU, Medan. Teknologi adalah benda-benda atau alat-alat yang diciptakan oleh manusia untuk membantu dan mempermudah pekerjaan manusia dalam melakukan berbagai hal. Salah satu wujud dari perkembangan teknologi adalah dengan adanya gadget. Gadget adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Gadget merupakan media yang berkembang di era modern yang dapat mempermudah kegiatan komunikasi manusia. Teknologi berupa gadget sangat mudah menarik perhatian dan minat anak-anak. Semakin berkembangnya teknologi menjadi salah satu faktor meningkatnya persentase anak menggunakan gadget. Gadget memiliki banyak fitur seperti permainan dan kemudahan penggunaannya. Namun, dengan keberadaan gadget, juga dapat digunakan sebagai alat atau media pembelajaran yang sangat efektif. Jadi, dapat dikatakan bahwa penggunaan teknologi gadget saat ini memiliki dampak positif dan negatif bagi anak. Namun, tanpa arahan yang tepat, penggunaan gadget oleh anak dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan, isolasi sosial, serta berkurangnya interaksi dalam keluarga. Dalam konteks ini, ilmu sosiologi keluarga memandang bahwa keluarga—terutama orang tua—memiliki peran sentral sebagai agen sosialisasi utama dalam membentuk perilaku dan nilai anak, termasuk dalam hal penggunaan teknologi.
Peran Keluarga dalam Sosialisasi Penggunaan Gadget
Dari sudut pandang sosiologi keluarga, keluarga adalah institusi sosial pertama yang memperkenalkan anak pada nilai, norma, dan aturan sosial. Orang tua berperan sebagai pendidik utama yang mengenalkan batasan-batasan dalam kehidupan sosial, termasuk dalam penggunaan teknologi. Dalam hal ini, pengawasan terhadap penggunaan gadget menjadi bagian dari proses sosialisasi primer yang menentukan bagaimana anak berinteraksi dengan dunia luar, baik secara langsung maupun melalui media digital. Orang tua yang aktif dalam memberikan bimbingan kepada anak saat menggunakan gadget menunjukkan bentuk dari fungsi pengawasan dan pengendalian sosial dalam keluarga. Misalnya, dengan menetapkan aturan waktu layar, memilih konten yang sesuai usia, serta mengawasi aktivitas digital anak, orang tua menjalankan fungsi kontrol sosial yang bertujuan untuk menjaga anak dari penyimpangan norma, seperti terpapar konten kekerasan atau terlibat dalam interaksi digital yang tidak sehat.
Dampak Negatif Penggunaan Gadget yang Tidak Dikelola dengan Baik
Penggunaan gadget yang tidak diarahkan dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada anak. Di antaranya adalah keterlambatan perkembangan sosial karena kurangnya interaksi langsung, gangguan kesehatan seperti obesitas, gangguan tidur, dan gangguan penglihatan akibat paparan layar yang berlebihan. Anak juga rentan terpapar konten yang tidak sesuai usia, seperti kekerasan atau pornografi. Selain itu, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, kesulitan berkonsentrasi, dan perilaku agresif saat gadget dibatasi.
Namun, dengan arahan dan pengawasan yang tepat, gadget dapat memberikan banyak manfaat. Anak bisa mengakses konten edukatif yang menambah pengetahuan, melatih kemampuan kognitif dan motorik melalui aplikasi interaktif, serta mengekspresikan kreativitas melalui media digital. Gadget juga memungkinkan anak menjaga hubungan dengan keluarga yang jauh melalui video call atau pesan singkat. Semua ini hanya bisa dicapai jika orang tua berperan aktif dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara sehat.
Contoh Kasus dan Penanganan Menurut Sosiologi Keluarga
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun di kota besar mengalami kecanduan gadget. Ia lebih suka bermain game daripada berinteraksi dengan keluarga atau bermain di luar. Nilai sekolahnya menurun dan ia mengalami gangguan tidur. Menyadari hal ini, orang tuanya mulai mengambil langkah-langkah penanganan berdasarkan pendekatan sosiologi keluarga, yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk perilaku anak. Orang tua tersebut mulai menerapkan aturan yang konsisten, seperti membatasi waktu penggunaan gadget maksimal satu jam per hari setelah tugas sekolah selesai. Mereka juga memperkuat interaksi keluarga melalui aktivitas bersama, memberi teladan dengan membatasi penggunaan gadget mereka sendiri, serta membangun komunikasi terbuka dengan anak agar ia memahami alasan pembatasan. Selain itu, anak diarahkan menggunakan gadget untuk kegiatan edukatif seperti menonton video pembelajaran atau membaca e-book. Hasilnya, dalam beberapa minggu, anak mulai menunjukkan perubahan positif: lebih aktif, tidur teratur, dan prestasinya meningkat.
Kesimpulan
Penggunaan gadget pada anak merupakan hal yang tak terhindarkan di era digital saat ini. Namun, tanpa arahan dan pengawasan yang tepat, gadget dapat membawa dampak negatif yang serius terhadap perkembangan sosial, kesehatan, dan perilaku anak. Sebaliknya, jika diarahkan dengan bijak, gadget justru dapat menjadi alat bantu belajar yang efektif dan sarana pengembangan kreativitas. Oleh karena itu, peran keluarga sangatlah vital dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat. Dengan menerapkan aturan yang konsisten, memberikan teladan, membangun komunikasi terbuka, serta mengarahkan anak pada konten yang edukatif, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Sosiologi Keluarga untuk Kesejahteraan Sosial dengan dosen pengampu Dr. Hairani Siregar S.Sos., M.SP. dan Dra. Berlianti, M.SP.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment