Home Tulisan Perilaku Belanja Online Mahasiswa Midnight Sale, Konsumerisme Digital di Kota Medan
Tulisan

Perilaku Belanja Online Mahasiswa Midnight Sale, Konsumerisme Digital di Kota Medan

Share

Oleh: Nadien Kinanti, Eli Edison Manihuruk, Priyanka Gita Tabita Silitonga, R. Gilang Anugrah Wibawa Damanik, Nurjannah Nasution, Nurul Islamidiyah, dan Angel Yolanda Ginting

Suara USU, Medan. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, salah satunya pada aktivitas ekonomi, yaitu berbelanja. Dengan hadirnya berbagai platform e-commerce, masyarakat kini dapat memenuhi kebutuhan tanpa harus mengunjungi toko fisik. Hanya dengan menggunakan gawai, seseorang dapat membeli berbagai produk dengan mudah, cepat, dan praktis.

Salah satu tren belanja daring paling populer di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa, adalah midnight sale—promosi besar-besaran yang dilakukan pada malam hari dengan diskon menarik. Fenomena ini telah menjadi gaya hidup baru, di mana aktivitas berbelanja tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi bentuk hiburan dan ekspresi diri di era digital.

Fenomena Midnight Sale di Kalangan Mahasiswa Medan

Kota Medan, sebagai salah satu pusat pendidikan dan ekonomi di Sumatera Utara, memiliki populasi mahasiswa yang besar dan beragam. Generasi muda yang hidup di era digital ini cenderung adaptif terhadap kemajuan teknologi, termasuk dalam hal berbelanja daring. Promosi seperti midnight sale menjadi momen yang paling ditunggu karena menawarkan potongan harga menarik, pengiriman gratis, serta kemudahan sistem pembayaran.

Berdasarkan hasil survei terhadap 120 mahasiswa dari lima universitas di Kota Medan, ditemukan bahwa sekitar 78% responden pernah melakukan pembelian saat midnight sale, dan 64% di antaranya mengaku berbelanja secara impulsif atau tanpa perencanaan. Faktor pendorong utama perilaku tersebut antara lain promosi besar-besaran (82%), kemudahan metode pembayaran (73%), serta pengaruh media sosial (58%) yang menampilkan tren belanja dan gaya hidup konsumtif.

Fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas midnight sale bukan hanya dipicu oleh kebutuhan ekonomis, tetapi juga oleh aspek psikologis seperti perasaan takut ketinggalan (fear of missing out / FOMO). Sebagian besar mahasiswa membeli produk yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan hanya karena tergoda oleh promosi bersifat sementara.

Dampak Konsumerisme Digital

Siklus berbelanja dalam dunia digital melalui aktivitas midnight sale memiliki dua sisi yang berlawanan, yaitu positif dan negatif.

Di satu sisi, kehadiran e-commerce mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan harga terjangkau tanpa harus keluar rumah. Fitur perbandingan harga, ulasan pembeli, serta sistem pengiriman cepat menjadikan belanja daring sebagai solusi efisien di era digital.

Namun di sisi lain, perilaku konsumtif yang tidak terkendali dapat menyebabkan efek negatif terhadap kondisi keuangan mahasiswa. Berdasarkan hasil pengamatan, rata-rata pengeluaran mahasiswa meningkat sekitar 22% per bulan karena aktivitas berbelanja daring, bahkan 41% di antaranya melalui layanan paylater. Jika tidak dikendalikan dengan baik, hal ini dapat menyebabkan masalah keuangan seperti akumulasi utang dan stres akibat tekanan ekonomi.

Upaya Pengendalian dan Edukasi Finansial

Sebagai generasi digital yang cerdas, mahasiswa perlu mengembangkan kesadaran serta kemampuan dalam mengelola keuangan dengan bijaksana. Literasi finansial digital menjadi hal penting untuk mengendalikan perilaku konsumtif. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Membuat anggaran belanja bulanan secara terencana.
  2. Menghindari pembelian impulsif yang dipicu oleh emosi sesaat.
  3. Menggunakan fitur paylater atau cicilan digital dengan tanggung jawab.
  4. Memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan.

Selain itu, universitas juga dapat berperan aktif dalam menyampaikan pendidikan literasi keuangan melalui seminar, pelatihan, maupun program kampus berbasis pengelolaan keuangan digital. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadi konsumen yang bijak dan mandiri secara finansial.

Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fenomena midnight sale pada platform e-commerce memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku konsumsi mahasiswa di Kota Medan. Promosi besar, kemudahan akses digital, dan pengaruh media sosial menjadi faktor utama yang mendorong perilaku konsumtif dan pembelian impulsif.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran diri serta pengendalian perilaku dalam menghadapi budaya konsumtif digital. Mahasiswa sebagai generasi muda harus menjadi konsumen yang cerdas, selektif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi, sehingga kemajuan digital dapat memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi keuangan dan kesejahteraan pribadi.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Dosen Pengampu Bapak Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.