Home Kabar Kampus PPK Ormawa 2025 Dibuka, USU Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan
Kabar Kampus

PPK Ormawa 2025 Dibuka, USU Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Share
Dokumentasi: IG @ditmawaalumni

Reporter: Nazirotun Nikmah

Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) resmi membuka pendaftaran seleksi internal untuk Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025. Program yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini memberi peluang bagi mahasiswa untuk merancang dan menjalankan program pengabdian di desa atau kelurahan.

Seleksi internal dibuka sejak awal Mei dan akan ditutup pada 9 Mei 2025. Informasi lengkap terkait teknis pendaftaran dan linimasa kegiatan dapat diakses melalui akun Instagram @ditmawaalumni_usu atau langsung ke Kantor Ditmawalumni USU di Gedung Biro Rektorat Lantai 1.

“PPK Ormawa adalah program dari Kemendikbudristek yang bertujuan mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan melalui kegiatan pengabdian. Organisasi kemahasiswaan seperti BEM, UKM, maupun himpunan jurusan bisa ikut serta,” ujar Iqbal Lubis, operator Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (Ditmawalumni) USU, saat diwawancarai.

Menurutnya, mahasiswa menjadi aktor utama dalam program ini, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemecahan masalah di lapangan. “Mereka harus mampu membawa solusi yang inovatif dan aplikatif bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Tahun ini, USU tidak menetapkan batas kuota tim yang mendaftar. Namun, seleksi internal dilakukan secara ketat untuk menyaring tim terbaik yang akan diajukan ke tingkat nasional. “Tim yang lolos akan mewakili USU untuk bersaing memperebutkan pendanaan dari Belmawa,” tambah Iqbal.

Adapun persyaratan bagi organisasi yang ingin mendaftar meliputi: berasal dari Ormawa aktif dan terverifikasi Ditmawalumni, terdiri dari 10–15 mahasiswa lintas program studi, memiliki satu dosen pendamping, serta menyusun proposal berbasis pengabdian kepada masyarakat desa atau kelurahan. Tim juga diharapkan memiliki rekam jejak atau potensi untuk melaksanakan program berkelanjutan.

Proposal akan dinilai oleh reviewer internal dari kalangan dosen ahli di USU. Aspek penilaian mencakup orisinalitas dan relevansi topik, kebermanfaatan kegiatan, kesiapan tim, kualitas proposal, serta keberlanjutan program. “Kami menilai tidak hanya pada konsep, tetapi juga pada sejauh mana program bisa berdampak nyata dan berkesinambungan,” jelas Iqbal.

Bagi tim yang lolos seleksi, Ditmawalumni bersama dosen pendamping akan memberikan pembinaan intensif. Bentuk pembinaan meliputi workshop, pelatihan lapangan, serta monitoring berkala untuk memastikan program berjalan efektif.

Tahun ini, terdapat sejumlah penekanan baru dalam pelaksanaan PPK Ormawa, terutama pada aspek keberlanjutan program, keterlibatan nyata masyarakat, serta keselarasan dengan isu prioritas nasional seperti pemberdayaan ekonomi desa, literasi digital, dan kesehatan lingkungan. Format proposal juga telah diperbarui agar lebih aplikatif dan terarah.

Untuk Ormawa yang baru pertama kali mengikuti program ini, Iqbal menyarankan agar membentuk tim yang solid dengan pembagian peran yang jelas, memilih topik yang sesuai dengan potensi desa, serta menjalin komunikasi awal dengan mitra desa dan tokoh masyarakat.

“Yang penting, jangan takut mencoba. Banyak tim baru yang berhasil karena mereka punya semangat dan tekad yang kuat,” tutupnya.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.