Home Kabar Kampus Puncak Partisipasi Masih Rendah, Pemira Fakultas Psikologi USU Andalkan E-Voting
Kabar Kampus

Puncak Partisipasi Masih Rendah, Pemira Fakultas Psikologi USU Andalkan E-Voting

Share

Reporter: Muhassanah Nasution dan Alya Nayla Sahirah

Suara USU, Medan. Pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) hingga pukul 13.45 WIB mencatat partisipasi sebanyak 59 mahasiswa. Pemungutan suara yang menggunakan sistem e-voting ini berlangsung dengan sejumlah dinamika, mulai dari kendala teknis hingga rendahnya kehadiran pemilih di lokasi.

Minimnya partisipasi mahasiswa menjadi salah satu sorotan utama dalam pelaksanaan Pemira kali ini. Panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Lovy Mariska, mengungkapkan bahwa rendahnya angka kehadiran dipengaruhi oleh kondisi perkuliahan yang masih berlangsung secara daring di beberapa kelas.

“Sebagian besar yang hadir untuk memilih adalah mahasiswa yang memang sedang mengikuti kelas luring (offline) saat ini,” jelas Lovy saat diwawancarai di lokasi.

Dari sisi teknis, penggunaan sistem e-voting dinilai membawa efisiensi, tetapi tetap menyisakan sejumlah kendala. Lovy menyebutkan bahwa keterbatasan perangkat menjadi hambatan dalam kelancaran proses pemungutan suara.

“Kebetulan di sini ada lima laptop, tetapi dua laptop tidak dapat digunakan, jadi hanya tiga yang dipakai. Saat pemilih datang bersamaan, mereka harus mengantre,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang turut berpartisipasi menilai sistem e-voting memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurutnya, sistem digital memang praktis, tetapi rentan terhadap gangguan teknis. “Menurut saya, penggunaan kertas suara lebih efektif, karena sistem e-voting masih berpotensi mengalami kendala, seperti gangguan jaringan, kesulitan saat login, maupun error pada perangkatnya,” ungkapnya.

Meski demikian, mahasiswa tersebut mengaku tidak mengalami kendala berarti selama proses pemilihan berlangsung. Ia juga menilai sosialisasi terkait Pemira sudah cukup baik dan tersampaikan melalui grup angkatan.“Sosialisasi dan pengumuman berasal dari grup angkatan,” tambahnya.

Partisipasinya dalam Pemira didorong oleh kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai mahasiswa dalam menentukan kepemimpinan organisasi.

“Menurut saya, sudah menjadi hak dan kewajiban kita untuk memilih calon ketua dan wakil ketua BEM,” ujarnya.

Terkait penyebaran informasi, panitia menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan melalui berbagai media, salah satunya video yang disediakan oleh panitia pusat dan disebarkan melalui grup WhatsApp kelas oleh koordinator tingkat (komting).

Di akhir, baik panitia maupun mahasiswa sama-sama menyampaikan harapan terhadap pasangan calon yang akan terpilih. Mereka menekankan pentingnya integritas, realisasi visi-misi, serta kepekaan terhadap aspirasi mahasiswa, khususnya di lingkungan kesehatan.

“Harapannya, paslon yang terpilih dapat merealisasikan visi dan misi mereka serta lebih mendengarkan suara mahasiswa,” tutur Aulia Fadhil Muhammad.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, pelaksanaan Pemira di Fakultas Psikologi USU diharapkan tetap mampu menghasilkan pemimpin yang representatif dan membawa perubahan positif bagi mahasiswa.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.