Home Kabar Kampus Sistem Daring Tingkatkan Antusiasme, Pemira Vokasi USU 2026 Berjalan Lancar
Kabar KampusNews

Sistem Daring Tingkatkan Antusiasme, Pemira Vokasi USU 2026 Berjalan Lancar

Share

Reporter: Septi Rahmadhan Syahren

Suara USU, Medan. Pelaksanaan Pemilihan Raya Universitas Sumatera Utara (Pemira USU) 2026 di lingkungan Fakultas Vokasi berlangsung tertib dan lancar tanpa kericuhan pada Kamis (16/04/2026). Kegiatan ini diselenggarakan di Lantai 2 Laboratorium Komputer Fakultas Vokasi, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Sebanyak 998 mahasiswa tercatat berpartisipasi dengan memberikan hak suara secara langsung melalui sistem pemilihan berbasis daring.

Pemira tahun ini dinilai menunjukkan peningkatan antusiasme mahasiswa dibandingkan dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Salah satu panitia pelaksana, Sahara Annisa, menyampaikan bahwa penerapan sistem digital menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya partisipasi tersebut. Menurutnya, kemudahan akses yang ditawarkan sistem daring membuat mahasiswa lebih tertarik untuk mengikuti proses pemilihan.

“Untuk tahun ini, Vokasi berkembang dalam pemilihan mungkin karena dilakukan secara online juga, jadi mahasiswa lebih excited untuk memilih dan lebih mudah membaca visi dan misi calon. Acara ini sebenarnya disiapkan dari jam 07.00 dan dimulai pukul 08.00 hingga 16.00, namun ada sedikit perubahan waktu sehingga berakhir tepat pukul 17.00 WIB. Total panitia ada enam orang, dan total mahasiswa yang memberikan hak suara berkisar 998 orang,” ujarnya.

Selain itu, sistem digital juga dinilai mempermudah mahasiswa dalam mengakses informasi mengenai calon yang bertarung dalam pemira. Penyajian visi dan misi secara digital memungkinkan mahasiswa untuk mempertimbangkan pilihan secara lebih praktis tanpa harus bergantung pada media cetak.

Meskipun begitu, tidak semua mahasiswa memberikan tanggapan yang sepenuhnya positif. Salah satu mahasiswi Vokasi, Aulia, menilai masih terdapat kekurangan dalam aspek penyebaran informasi terkait pelaksanaan pemira. Ia menyebut bahwa kegiatan tersebut terkesan mendadak sehingga tidak seluruh mahasiswa memperoleh informasi secara merata.

“Pemira ini diadakan terlalu mendadak tanpa ada pemberitahuan lebih lanjut ke mahasiswa, sehingga tidak semua mahasiswa mengetahui hal ini karena kurangnya pembaruan informasi,” katanya.

Di sisi lain, mahasiswa Vokasi lainnya, Gutapsik, memberikan penilaian berbeda terhadap pelaksanaan pemira tahun ini. Ia menilai sistem yang digunakan lebih praktis dan terorganisir dibandingkan sebelumnya.

“Pemira ini cukup menyenangkan karena kita bisa langsung tahu visi misinya berdasarkan foto tanpa harus melihat kertas yang ribet, dan juga lebih terstruktur karena antreannya diatur lebih rapi tanpa adanya kericuhan,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Pemira di Fakultas Vokasi menunjukkan adanya kemajuan dalam pemanfaatan teknologi digital. Sistem yang digunakan dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan keteraturan proses pemilihan, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan kondusif. Meski demikian, aspek penyebaran informasi masih menjadi catatan yang perlu diperbaiki agar seluruh mahasiswa dapat memperoleh akses informasi yang merata pada pelaksanaan pemira di masa mendatang.

Redaktur: Debora Gracia Nauli

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.