
Oleh: Kelompok 11 Kesetaraan Gender
Suara USU, Medan. Mahasiswa Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 11 Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan sosialisasi mengenai kesetaraan gender kepada 36 siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Medan pada Senin (27/10). Kegiatan ini digelar sebagai respons terhadap temuan mahasiswa yang menunjukkan masih adanya bias gender di lingkungan sekolah, khususnya terkait pembagian tugas dan stereotip kemampuan berdasarkan jenis kelamin.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menyajikan rangkaian aktivitas seperti pemaparan materi, ice breaking, kuis interaktif, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan menekankan perbedaan peran kodrati dan sosial, contoh ketidaksetaraan gender di lingkungan pendidikan, serta praktik sederhana perilaku adil dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Melalui diskusi kelompok, beberapa siswa membagikan pengalaman pribadi, seperti candaan bernuansa gender dan anggapan bahwa laki-laki lebih layak memimpin. Mahasiswa kemudian memberikan penjelasan dan contoh yang relevan dengan situasi yang mereka hadapi. Hasil kuis interaktif menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memahami kembali konsep kesetaraan gender setelah mengikuti kegiatan.
Dosen fasilitator, Dra. Sabariah Bangun, menegaskan pentingnya pendidikan kesetaraan gender sejak remaja. “Pemahaman mengenai kesetaraan gender perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu menciptakan lingkungan yang menghargai perbedaan,” ujarnya. Salah satu siswa peserta juga menyampaikan pandangannya. “Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh kakak-kakak dan abang-abang mahasiswa USU membuat saya sadar bahwa tindakan kecil seperti pembagian tugas yang tidak seimbang dapat berdampak pada kenyamanan orang lain,” tuturnya.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Mereka dilatih menyusun materi edukatif, mengelola dinamika kelas, dan menghadapi berbagai situasi lapangan. Kolaborasi antara mahasiswa, mentor, dan pihak sekolah turut memastikan kelancaran kegiatan. Suasana yang dibangun mahasiswa membuat siswa yang awalnya pasif menjadi lebih percaya diri untuk menyampaikan pendapat.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menilai sosialisasi semacam ini dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih adil dan inklusif. Mahasiswa MKWK USU berharap materi yang dibawakan dapat mendorong perubahan sikap siswa dalam interaksi sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, mereka menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi pada isu pendidikan dan pengembangan karakter remaja.
Artikel ini merupakan publikasi media massa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dengan Dosen Pembimbing Dra. Sabariah Bangun, M.Soc, M.Kesos
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment