
Reporter: Bella Rossa Simbolon
Suara USU, Medan. Pengabdian Masyarakat Akbar 2025 yang digelar UKM PMM USU pada 22-23 November 2025 berlangsung di Desa Dolok Manampang. Ketua panitia, Petris Venezia Pakpahan, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini berfokus pada edukasi kesehatan, penguatan literasi, serta pelayanan pengobatan umum bagi masyarakat desa.
Menurut Petris, pemilihan Desa Dolok Manampang sebagai lokasi pengabdian didasari kebutuhan masyarakat terkait pencegahan penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes. Tingginya angka penderita kedua penyakit tersebut mendorong panitia menghadirkan rangkaian kegiatan kesehatan yang relevan. Panitia juga mengusung tema “Senada Memberi Aksi, Melangkah Kecil Menuju Arti”, yang menggambarkan kolaborasi antara UKM PMM USU, perangkat desa, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
Hari pertama kegiatan dimulai dengan senam kreasi yang diikuti masyarakat dari berbagai kelompok usia. Petris menjelaskan bahwa senam menjadi langkah awal untuk mendorong kebiasaan hidup aktif dan meningkatkan kebugaran warga. Setelah itu, panitia mengadakan sosialisasi Safari Gizi Sehat dengan mengundang dosen dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran USU. Edukasi tersebut menyoroti kesadaran gizi serta pencegahan diabetes dan hipertensi. Panitia membagikan gelas gula sehat dan kalender cek gula dan hipertensi sebagai media visual yang dapat digunakan warga untuk mengukur konsumsi gula dan mencatat hasil pemeriksaan tekanan darah maupun gula darah.
Kegiatan berlanjut di sekolah dasar dengan menghadirkan mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Gigi USU. Siswa kelas 1, 3, dan 5 mengikuti sesi sikat gigi bersama dan kumur larutan fluor. Petris mengatakan bahwa larutan fluor tersebut berfungsi memperkuat enamel dan mencegah karies gigi. Penggunaan larutan ini disesuaikan dengan takaran yang diperoleh panitia melalui mahasiswa FKG.
Untuk siswa kelas 2, 4, dan 6, panitia menjalankan program Keranjang Literasi dengan menghadirkan perpustakaan keliling. Anak-anak mengikuti berbagai aktivitas seperti membaca buku, permainan interaktif, dan mini drama. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan minat baca dan memberikan pendekatan pendidikan karakter melalui metode yang menarik bagi anak sekolah dasar.
Hari pertama ditutup dengan workshop pengolahan balsem herbal desa. Dalam workshop ini, panitia mengenalkan tanaman herbal yang tersedia di lingkungan desa dan cara mengolahnya menjadi balsem sederhana. Balsem tersebut dapat digunakan sebagai penghilang gatal maupun sebagai bahan relaksasi. Petris menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan memberikan pengetahuan tambahan terkait pemanfaatan tanaman lokal yang mudah diolah oleh masyarakat.
Pada hari kedua, panitia membuka layanan pengobatan umum gratis sebagai puncak kegiatan. Pengobatan melibatkan empat departemen, yaitu penyakit dalam, anak, kulit, dan mata. Petris menjelaskan bahwa pembukaan empat layanan tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan sesuai kebutuhan. Ia menegaskan bahwa pelayanan diberikan sepenuhnya tanpa biaya agar masyarakat merasa yakin dan tidak ragu memeriksakan diri.
Respons masyarakat terhadap PM Akbar 2025 dinilai sangat baik. Masyarakat mengikuti senam dan workshop dengan aktif, serta memanfaatkan pengobatan umum dengan antusias. Beberapa warga juga menyampaikan terima kasih kepada panitia setelah menerima pelayanan kesehatan. Perangkat desa turut berperan dalam memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan dan menjadi penghubung antara panitia dan masyarakat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Dalam persiapan kegiatan, panitia sempat menghadapi beberapa tantangan. Petris menyebutkan bahwa saat sounding door to door, sebagian warga awalnya menolak karena khawatir pengobatan umum tidak sepenuhnya gratis. Panitia melakukan pendekatan langsung untuk menjelaskan bahwa seluruh kegiatan bersifat murni pengabdian masyarakat. Selain itu, koordinasi dengan perangkat desa sempat terkendala karena jadwal kuliah panitia sering berbenturan dengan jam kerja kantor desa. Pendekatan lanjutan dilakukan dengan menyesuaikan waktu komunikasi agar persiapan tetap berjalan.
Petris menyampaikan bahwa terdapat pengembangan program pada tahun ini, terutama penyuluhan gigi yang disertai kumur larutan fluor. Program tersebut menjadi tambahan dari materi literasi dan pendidikan karakter yang sebelumnya menjadi fokus di sekolah.
Menutup rangkaian kegiatan, Petris menyampaikan harapan agar masyarakat Desa Dolok Manampang dapat merasakan manfaat jangka panjang dari sosialisasi kesehatan dan layanan pengobatan yang diberikan. Ia juga berharap hubungan baik antara desa dan mahasiswa USU dapat terus terjaga. Bagi panitia, kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman pembelajaran yang akan berguna selama masa perkuliahan hingga ke masa mendatang.
Redaktur: Alicia Reylina
Leave a comment