SUARA USU
Opini

Threads Tenggelam? Atau Twitter aka X yang Kokoh?

Oleh: Jio M

Suara USU, Medan. Threads di awal tampak sebagai momok menakutkan bagi Elon Musk yang dapat menjadi pesaing kuat bagi Twitter. Tapi hingga saat ini, Threads bahkan tidak sebanding dengan Twitter.

Walaupun dapat diakui, Threads dengan cepat melihat peluang di saat isu pembatasan memanas di Twitter. Aplikasi ini berhasil menggaet lebih dari 100 juta signup dalam waktu kurang dari 5 hari. Namun fakta bahwa jumlah pengguna harian Threads menurun dari 49 juta pada 7 Juli menjadi 12 juta pada 22 Juli sangat jompang bila dibandingkan dengan Twitter yang memiliki rata – rata lebih dari 100 juta pengguna harian yang aktif. Bukankah Threads tampak sebagai korban FOMO yang sesungguhnya?

Threads digadang – gadang menjadi versi friendly dari Twitter. Namun, ide yang tampak mulia ini tidak selamanya dapat diterapkan dengan baik oleh pengguna, terlihat dari tujuan utama dari dibuatnya aplikasi ini adalah sebagai ‘public conversation’ tetapi hal ini masih belum maksimal dengan timeline ‘for you’ yang algoritmanya hanya berpatokan pada ‘following’ dan bukan berdasarkan preferensi yang kita inginkan seperti yang telah Twitter tawarkan selama bertahun – tahun.

Threads menawarkan 500 karakter untuk tiap postingan di saat Twitter hanya mampu menawarkan 280 karakter untuk versi gratis. Fasilitas badge yang dapat diterima secara otomatis oleh pengguna Instagram, namun harus berbayar bila di Twitter.

Untuk menggantikan posisi Twitter dalam tahtanya, nampaknya bukanlah hal yang mudah. Twitter telah membuat penggunanya nyaman dengan fitur – fitur seperti hashtag, bookmark, trending, hingga direct message. Maka akan sulit bagi Threads bila niat awalnya adalah untuk mengambil penuh atensi pengguna Twitter.

Satu hal lagi yang disoroti dari Threads adalah aplikasi tersebut tidak—atau mungkin belum beriklan. Ya, kita tidak tahu bagaimana ke depannya, tapi selagi masih seperti ini, nikmati saja dulu, walau kemungkinan besar siklusnya akan sama.

Kita akan melihat bersama, bagaimana dan seberapa lama Threads akan bertahan, karena tampaknya Threads dan Twitter memiliki pesaing baru, siapa lagi kalau bukan TikTok si raja platform abad ini. TikTok sendiri baru saja meluncurkan fitur baru yang tidak jauh dari ‘text based’ hingga 1.000 karakter. Hal ini muncul lantaran berita rebranding Twitter menjadi X yang sempat heboh di sosial media pada Senin lalu. Tuan X tampaknya harus bergerak cepat dalam hal ini, sebelum mimpi buruk benar benar menghampirinya.

Redaktur: Anna Fauziah Pane


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Budaya Mencatat dalam Era Perkuliahan Digital, Apakah Menghilang atau Bertahan?

redaksi

Mudik Diperbolehkan, Pelaku Industri Transportasi Darat Berikan Dukungan

redaksi

Omong Kosong Perpanjangan PPKM Kalau Pemerintah Tidak Cermat dalam Penanganan Covid-19!

redaksi