
Oleh: Syafira Sari
Mereka menabur janji di taman bicara,
Di balik senyum, terjalin jerat kuasa,
Lidah merangkai kata “bebas” di udara,
Namun tangan menggenggam nasib rakyat jelata.
Mimbar dikumandangkan, gema suara lantang,
Tapi bisik hati dicekal selaksa pagar,
Rakyat menari di bawah panji gemilang,
Padahal tali kendali erat di balik sadar.
Langkah kaki berseru: merdeka, merdeka!
Namun jalannya telah ditatah sang penguasa,
Kursi-kursi rapat berjanji suara rakyat jua,
Padahal palu hanya jatuh di titah durjana.
Inilah tirani yang berkabar: “akulah demokrasi,”
Dengan lidah manis dan wajah bersahaja,
Membius nurani, merantai tanpa terasa basi,
Mengekang kebebasan dalam selimut kata bijaksana
Redaktur: Zahra Salsabilla
Leave a comment