Home Tulisan Upaya Cegah Perundungan, Mahasiswa USU Adakan Sosialisasi “Ruang Aman dan Bahasa Santun”
Tulisan

Upaya Cegah Perundungan, Mahasiswa USU Adakan Sosialisasi “Ruang Aman dan Bahasa Santun”

Share

Oleh: Kelompok 67 Anti Perundungan

Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Kelompok 67 Proyek MKWK Perundungan melaksanakan sosialisasi bertema “Ruang Aman dan Bahasa Santun sebagai Upaya Pencegahan Perundungan” di SMA Negeri 5 Medan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya penggunaan bahasa santun serta nilai moral dalam mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah, Selasa (21/10).

Program sosialisasi anti-perundungan ini dilaksanakan oleh 19 mahasiswa/i dari berbagai fakultas dan program studi di Universitas Sumatera Utara yang dibimbing oleh Dr. Dra. Lina Sudarwati, M.Si selaku dosen fasilitator, dengan mentor Janna Azzahra Nasution.

Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek dalam Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), mahasiswa melaksanakan kegiatan yang meliputi penyampaian materi, pemutaran video edukatif, diskusi, serta berbagai aktivitas interaktif untuk memperkuat pemahaman siswa/i. Materi yang diberikan mencakup pengertian, bentuk, dan dampak perundungan, pentingnya penggunaan bahasa santun, serta relevansi nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama dalam membangun karakter anti-bullying.

Capaian kegiatan terlihat dari keterlibatan aktif siswa pada sesi tanya-jawab, keberanian mereka dalam menyampaikan pendapat, hingga meningkatnya kesadaran mereka mengenai peran bahasa santun dalam menciptakan ruang aman di sekolah. Selain itu, sebagai salah satu capaian kegiatan, mahasiswa kelompok 67 juga membuat dan memasang poster di majalah dinding sekolah yang bertema pencegahan perundungan. Poster tersebut menampilkan pesan-pesan penting mengenai penggunaan bahasa santun, ajakan untuk saling menghargai, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa ketika melihat atau mengalami bullying.

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa berkolaborasi dengan SMA Negeri 5 Medan sebagai mitra utama. Pihak sekolah memberikan dukungan penuh melalui penyediaan fasilitas kelas, kesiapan guru pendamping, serta ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan materi kepada siswa. Sementara itu, dukungan akademik datang dari Lembaga Inovasi dan Daya Saing Akademik (LIDA) USU, fakultas, dan program studi yang memfasilitasi mahasiswa dalam merancang kegiatan berbasis proyek yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua Kelompok 67, Bagas dwinata menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

“Kami ingin membantu siswa memahami bahwa pencegahan perundungan dimulai dari hal sederhana, seperti bagaimana kita berbicara dan memperlakukan teman sehari-hari. Harapan kami, sosialisasi ini dapat menumbuhkan budaya saling menghargai dan menciptakan ruang aman bagi seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Suasana kegiatan semakin dinamis dengan adanya sesi ice breaking, pemutaran video edukatif, dan pemberian hadiah kepada siswa yang berpartisipasi aktif. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian konsumsi, penyerahan plakat kepada pihak sekolah, dan sesi foto bersama.

Salah satu siswa SMA Negeri 5 Medan, Raditya Nawawi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.

“Kegiatan ini benar-benar memberi pengalaman yang berkesan bagi kami. Materi yang disampaikan terasa sangat relevan dengan kehidupan kami sebagai pelajar, terlebih karena isu perundungan dan pentingnya menjaga ruang aman merupakan hal yang sering kami jumpai di lingkungan sekolah,” ujar Raditya.

Kegiatan sosialisasi Kelompok 67 Perundungan yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Medan, diharapkan memberikan kontribusi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Proyek ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa USU dalam menerapkan pembelajaran MKWK yang berorientasi pada empati, kolaborasi, dan pemberdayaan sosial. Kedepannya, kegiatan serupa direncanakan dapat dikembangkan lebih luas sebagai bagian dari komitmen USU dalam memperkuat pendidikan karakter di masyarakat.

Artikel ini merupakan publikasi proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok Anti Perundungan 67 dengan dosen fasilitator Dr. Dra. Lina Sudarwati, M.Si

 

Redaktur: Indira Rivany

 

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.