Home Tulisan Sosialisasi Toleransi, Generasi Z SMAN 5 Medan Dibekali Sikap Anti-Intoleran
Tulisan

Sosialisasi Toleransi, Generasi Z SMAN 5 Medan Dibekali Sikap Anti-Intoleran

Share

Oleh: Kelompok MKWK Intoleransi 21

Suara USU, Medan.  Kelompok Intoleransi 21 dalam Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Universitas Sumatera Utara yang terdiri dari 19 mahasiswa dari berbagai program studi melaksanakan sosialisasi pencegahan intoleransi dan penguatan sikap toleransi bagi siswa Generasi Z. Kegiatan berlangsung pada Senin, (27/10), pukul 09.00–12.00 WIB di SMA Negeri 5 Medan, Jalan Pelajar No. 17, Medan.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai maraknya perilaku intoleran yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Melalui pemaparan materi, diskusi, pemutaran video edukasi, serta kuis interaktif, kegiatan dirancang untuk mengajak siswa mengenali bahaya intoleransi dan menumbuhkan sikap toleran dalam interaksi sehari-hari, guna membangun budaya sekolah yang damai dan inklusif.

Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi meningkatnya kasus intoleransi di kalangan remaja, mulai dari perundungan, pengelompokan sosial, hingga tindakan diskriminatif. Sebagai sekolah dengan latar belakang siswa yang beragam secara budaya, agama, dan kondisi sosial, SMAN 5 Medan dinilai membutuhkan edukasi yang relevan terkait pentingnya menghargai perbedaan.

Dalam sesi materi, Hilman Rizki Akbar Laia, Ketua Kelompok Intoleransi 21, menjelaskan definisi intoleransi, penyebab, serta dampaknya terhadap hubungan sosial di sekolah. Metode sosialisasi mencakup observasi, interaksi langsung, dan diskusi yang mendorong pembelajaran lebih autentik dan melekat bagi siswa. Di akhir kegiatan, para siswa juga diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pesan mereka.

“Abang berharap pada akhir pemaparan ini, adik-adik dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu menjauhi perilaku intoleransi. Sikap rasis bukanlah sesuatu yang membuat kalian terlihat keren, justru menunjukkan pola pikir yang rendah,” ujar Hilman.

Selama kegiatan, siswa terlihat aktif bertanya, menanggapi materi, dan mengaitkannya dengan pengalaman mereka di lingkungan sekolah. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari pihak sekolah, dosen fasilitator Dr. Simson Ginting, S.Sos., MPA, serta mentor Ananda Iyolan Syahputri.

“Sosialisasi ini memberikan dampak positif yang nyata. Banyak siswa kini memahami batas antara candaan dan perilaku rasis. Kami mengapresiasi perubahan sikap mereka yang mulai meninggalkan tindakan intoleran dan memilih membangun lingkungan sekolah yang inklusif,” ujar Wakil Kesiswaan SMAN 5 Medan.

Melalui kegiatan ini, Kelompok Intoleransi 21 berharap tercipta dampak jangka panjang berupa lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas diskriminasi. Para siswa diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan positif di lingkungan mereka. Program ini selaras dengan visi Universitas Sumatera Utara dalam membentuk generasi muda berkarakter Pancasila yang menghargai keberagaman.

Artikel ini merupakan publikasi proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 21 Intoleransi dengan dosen fasilitator Dr. Simson Ginting, S.Sos., MPA

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.