SUARA USU
Kabar Kampus

Upaya Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa Inggris Pada Anak di Panti Asuhan Yayasan Rumah Bakti Kasih Anak Indonesia Bersama Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU

Suara USU, Medan. Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial USU, Suhairani Lusri Lubis (190902010)  memillih Panti Asuhan  Yayasan Rumah Bakti Kasih Anak Indonesia sebagai tempat untuk melakukan kegiatan Praktikum-2. Praktikum ini di bimbing oleh Supervisor sekolah yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kesos. Program PKL 2 ini berlangsung sekitar 2- 3 bulan lamanya.

”Saya melihat adik – adik di panti memiliki semangat belajar yang tinggi, hanya saja terkendala oleh kurang nya tenaga pendidik yang membantu adik – adik untuk belajar. Yang saya lihat mereka sangat tertarik dan suka untuk belajar Bahasa Inggris. Oleh karena itu saya berfikir untuk membantu meningkatkan kemampuan adik – adik dalam belajar Bahasa Inggris supaya mereka lebih mencintai dan semakin mengerti mengenai pelajaran Bahasa Inggris”. Ujar Rani

Pada bulan pertama, kegiatan yang di lakukan adalah melakukan observasi ke lokasi panti asuhan dan mendata kembali jumlah anak – anak di panti asuhan tersebut. Selain itu, pada saat berkunjung ke panti asuhan juga di lakukan diskusi ringan dengan pengurus panti asuhan tersebut mengenai bagaimana perkembangan adik – adik di panti asuhan tersebut serta bagaimana proses dan tingkatan belajar mereka.

Pengurus Panti menjelaskan bahwa sebagain besar anak-anak panti berasal dari Nias sehingga bahasa indonesianya kurang fasih. Selain bahasa indonesia, mereka juga kurang dalam bahasa inggris. Keterbatasan yang ada menyebabkan mereka hanya belajar di sekolah. Pengurus panti mengungkapkan rasa senangnya karena masih ada mahasiswa seperti Rani yang mau meluangkan waktunya mengajar anak-anak panti tersebut.

Pada bulan pertama  ini juga di lakukan kegiatan games, belajar sambil bermain, sosialisasi dan juga bercengkrama. Tujuan dari kegiatan ini dalah untuk membangun kedekatan dan juga kekompakan antara praktikan dengan adik – adik di panti.

Di bulan kedua praktikan, Rani memberikan sosialisasi mengenai cara berperilaku kepada teman yaitu mengenai “senyum, menolong teman, berbagi dengan teman, berteman dengan siapa saja, dan saling memafkan”. Agenda lainnya dengan pembuatan dan penempelan poster mengenai hal yang telah di sosialisasikan sebelumnya. Hal ini di maksudkan supaya adik – adik di panti dapat menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan teman sesama panti, teman di sekolah maupun teman lainnya.

Pada bulan ketiga, adanya agenda mini project dengan 6 warga panti yang di pilih menjadi klien pada proses intervensi mezzoa tau groupwork, yang berguna untuk memberikan hasil atau output dari adanya agenda ini. Praktikan merancang bagaimana cara meningkatkan kemampuan bahasa Inggris pada adik – adik di panti asuhan.

Rani mengatakan bahwa adik – adik di panti asuhan ini tidak terbiasa dengan bahasa Inggris, selain itu mereka ini juga memiliki minat dan keinginan untuk belajar bahasa Inggris hanya saja terkendala oleh beberapa faktor sehingga kurangnya tenaga pendidik untuk membantu proses belajar mereka selain belajar di sekolah.

Dalam kesempatan ini. Rani membantu klien mencapai tujuannya dengan Metode yng di berikan kepada klien yaitu Groupwork oleh Zastrow secara umum, dan dintaranya sebagai berikut.

  1. Intake atau Contract : berisi tentang pengenalan klien dan perjanjian berapa lama proses intervensi akan di lakukan.
  2. Assessment : mendengarkan para klien memaparkan permasalahan individu, inti dan juga pernyataan masalah.
  3. Planning (perencanaan) : pada tahap ini Rani merancang strategi berupa keberlanjutan atau pengaruh langsung dan juga merupakan teknik pertolongan yang mana dalam bimbingan social perorangan ini di laksanakan setelah pekerja social memahami situasi klien dan mempunyai pengertian yang dalam masalahnya mengenai prosedur yang tertentu. Mungkin di antaranya adalah dengan memberikan dorongan (supportive relationship) juga menjelaskan persoalan (clarification of the problem).
  4. Intervensi dan formulasi program : tentunya disini ada proses yang di lakukan oleh Rani. Rani melakukan pendampingan untuk menghasilkan perubahan berencana pada diri klien. Pemberian edukasi tentang pentingnya bahasa Ingris dan dan mengajarkan klien mengenai pelajaran bahasa Inggris agar mereka lebih paham.
  5. Evaluasi : tahap ini dilakukan Rani dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan yang akan di jawab oleh klien. Pada tahap ini, Rani mengetahui klien mana saja yang sudah lebih paham dengan bahasa Inggris dasar, dan mana yang belum.
  6. Terminasi : pada tahap ini Rani menutup kontrak yang sudah disepakati diawal.

“Terimakasih sudah PKL disini dan terimakasih atas waktu dan ilmu yang Rani berikan kepada adik – adik di panti ini. Saya berharap apa yang Rani ajarkan mampu berguna bagi anak – anak disini.” Pungkas pengurus panti.

Related posts

Delegasi FH USU Sukses Raih Juara 1 dan “Best Speaker” dalam Civic Law Debate Competition di Universitas Pendidikan Ganesha

redaksi

SEMATA Laporkan Dosen Fakultas Hukum yang Lakukan Pungli!

redaksi

Adakan Pemilihan, Ini Harapan Ketua Umum Baru Studi Pedesaan

redaksi