Reporter : Nejla Assyifa Munthe, Dhita Luna
Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sekaligus mendukung prestasi mahasiswanya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan dua program utama penyaluran beasiswa, yakni Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) yang ditujukan bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi, serta Beasiswa Prestasi bagi mahasiswa berprestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Program beasiswa ini menjadi pilar penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas lulusan.
Dalam penyaluran beasiswa ini, Kepala Bagian Kemahasiswaan USU, Zeinzen, S.Sos., M.SP., menekankan aspek pemerataan dan ketepatan sasaran dalam proses penyeleksian beasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama. Beasiswa BBM ini kita harapkan menjadi stimulus bagi mereka yang terkendala ekonomi, sementara Beasiswa Prestasi adalah bentuk apresiasi konkret bagi mereka yang mengharumkan nama almamater,” jelas Zeinzen dalam wawancara pada senin (9/3).
Persyaratan utama dalam proses penerimaan kedua beasiswa ini jelas berbeda, Beasiswa BBM mewajibkan pelamarnya untuk melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), bukti-bukti yang memperlihatkan kondisi ekonomi terbatas, serta menjaga standar IPK minimal. Sedangkan Beasiswa Prestasi, menitikberatkan pada capaian unggul, baik pada bidang akademik maupun non-akademik yang dibuktikan dengan sertifikat atau bukti konkret lainnya.
Zeinzen menegaskan bahwa proses seleksi beasiswa melibatkan verifikasi berkas hingga validasi data di lapangan jika diperlukan. “Proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui sistem informasi kemahasiswaan. Kita melakukan sinkronisasi data dengan PPDIKTI dan data internal universitas untuk memastikan tidak ada tumpang tindih penerima bantuan,” ungkapnya.
Dalam proses seleksi, universitas menjamin bantuan akan jatuh ke tangan yang tepat, dan berupaya menstabilkan jumlah penerima dengan alokasi anggaran. Meski demikian, proses pengawasannya tetap memiliki beberapa kendala, seperti validitas dokumen ekonomi yang dikirimkan mahasiswa dan kendala teknis dalam pelaporan tepat waktu maupun kurangnya literasi mahasiswa dalam informasi yang telah dibagikan seputar beasiswa tersebut.
Pihak Biro Akademik terus maju untuk melakukan sosialisasi masif agar informasi beasiswa menjangkau seluruh fakultas tanpa terkecuali, apalagi dengan proses seleksi yang melibatkan pihak fakultas. Hal ini dilakukan untuk menjaga prinsip transparansi dan pemerataan di lingkungan kampus hijau. Menutup keterangannya, Zeinzen memberikan motivasi untuk seluruh mahasiswa USU yang sedang berjuang mendapatkan beasiswa.
“Pesan saya, gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Prestasi yang diraih hari ini adalah investasi untuk masa depan mahasiswa itu sendiri dan juga untuk nama baik almamater kita. Jangan pernah ragu untuk mencoba dan teruslah kembangkan potensi diri,” ujarnya.
Kedua beasiswa ini diharapkan dapat digunakan sebaik-baiknya bagi mahasiswa yang lolos proses seleksinya. Bukan hanya sekedar bantuan finansial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk melahirkan lulusan USU yang berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global, serta berkontribusi dan berdampak luas bagi kemajuan bangsa dan masyarakat. Dengan sistem transparan dan tepat sasaran, kedua beasiswa ini juga diharapkan menjadi landasan penggerak terciptanya “generasi emas” dari USU.
Redaktur: Muhassanah Nasution
Leave a comment