Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Entertaiment

YNWA: Slogan, Lagu Kebangsaan, Hingga Sejarah Perjuangan

Penulis:  Muhammad Fadhlan Amri

Suara USU, Medan. “You’ll Never Walk Alone”, atau yang biasa disingkat YNWA pada awalnya hanyalah sebuah lagu pengiring yang diputar di teater musikal Broadway berjudul Carousel, pada April 1945.

Namun, lagu ini menjadi nafas bagi seluruh pecinta tim sepakbola Liverpool di seluruh dunia setelah Gerry and the Pacemakers, band asal kota Liverpool, merekam ulang lagu tersebut dan membuat lagu ini masuk ke daftar top 10. Musik pop kala itu memang tidak dapat dilepaskan dengan sendi-sendi kehidupan masyarakat Inggris raya.

YNWA, hingga kini dikenal sebagai slogan dan juga anthem atau lagu kebangsaan bagi para liverpudlian di seluruh dunia. Beberapa literatur menyebutkan, bahwa lagu ini pertama kali diputar di laga semifinal Piala FA kontra Leicester City di Hillsborough, 27 April 1963.

Lagu ini semakin popular pada 1965, ketika pendukung Liverpool menyanyikan “You’ll Never Walk Alone” di Wembley saat kemenangan mereka di final Piala FA atas Leeds United. Komentator TV kala itu, Kenneth Wolstenholme, menyebut lagu tersebut sebagai ‘lagu khas Liverpool’.

Lagu ini semakin mendunia, setelah pada tahun 2005 dengan terseok-seok mampu menjuarai Liga Champions. Babak final yang dramatis, The Reds julukan untuk tim Liverpool, kala itu harus tertinggal terlebih dahulu dengan skor telak 3 gol tanpa balas atas AC Milan di babak pertama. Para punggawa i Rossoneri, julukan untuk AC Milan, telah bersorak sorai di ruang ganti “Champione champione, ole ole olee!”.

Teriakan itu menggema, namun tak membuat padam api semangat yang ada di hati para pemain Liverpool.

Walaupun sejak awal kompetisi mereka tak diunggulkan, mereka masih mengamalkan semangat lagu YNWA dalam setiap perjuangan mereka. Terang saja di babak kedua mereka berhasil melibas AC Milan dan akhirnya menyamakan kedudukan 3-3 hingga akhir babak kedua. Sebelum akhirnya mereka menjuarai turnamen paling bergengsi daratan Eropa, lewat babak pinalti. Kemenangan kapten Steven Gerrard disambut haru biru para penonton Liverpool yang masih setia menonton dan terus menggemakan YNWA.

Semangat YNWA tak hanya berhenti pada 2005. Buktinya pada 2019, mereka membuat gempar jagat raya sepakbola setelah menaklukan tim bertabur bintang Barcelona di leg kedua babak dengan skor 4-0. Padahal di leg pertama mereka ditelanjangi dengan skor 3-0 di Camp Nou.

Semangat YNWA jugalah yang berhasil membuat mereka meraih trofi Liga Champions keenam kalinya setelah membuat Totenham Hotspurs bertekuk lutut di babak final yang bertajuk “All England Final” di tahun 2019, dan di musim ini selangkah lagi untuk menjuarai Liga Inggris.

Ada cerita panjang di balik semua kesuksesan dan gemilangnya Liverpool di kancah sepakbola. Semua berawal dari 1940, atau setahun sejak dimulainya perang dunia kedua, sebagian besar daratan benua Eropa telah berhasil dikuasai Jerman.

Inggris pun kemudian menjadi poros perhatian dunia, negara asal sepak bola ini menjadi Negara terakhir yang masih mampu bertahan.

Penduduk Liverpool pun tak luput merasakan pahitnya peperangan. Kota mereka menjadi kota kedua yang paling banyak dibombardir oleh serangan pasukan tempur Nazi, setelah London.

Waktu perlahan berlalu, Liverpool pun mulai bangkit dari keadaan krisis yang diakibatkan dari perang. Namun cobaan kembali hadir, kali ini lewat hadirnya kanal kapal di kota Manchester.

Kanal itu juga membuka jalan bagi jual-beli, barter, perdagangan, dan keluar-masuknya kapal asing ke Kota Manchester tanpa harus melalui pelabuhan Liverpool. Kota kedua terbesar di Inggris pun mengalami krisis, perekonomian menjadi lesu, kelaparan, orang-orang mulai kehilangan pekerjaan dan hampir setengah dari penduduk kota Liverpool melarikan diri untuk mencari pekerjaan ke London ataupun Amerika Serikat.

Namun waktu terus bergerak, hidup pun terus berjalan, pada tahun 1960 William Shankly, mulai mengelola Liverpool FC. Tim yang sebenarnya sangat biasa dan hanya berkompetisi di divisi kedua. Pada 1963 keadaan mulai berbalik, Liverpool pun mulai meraih prestasi dan kembali ke divisi utama stadion pun mulai penuh kembali.

Di waktu yang sama, The Beatles, band asal kota Liverpool itu juga mampu menduduki tangga lagu teratas di Inggris raya. Sekaligus mengharumkan nama Liverpool dan juga menambah geliat ekonomi kota itu, dan musik memang tak bisa dipisahkan dalam setiap sendi kehidupan masyarakat Inggris kala itu.

Bar-bar lokal memang memegang penting bagaimana budaya dan kehidupan masyarakat di sana, terkhususnya anak muda dan para pendukung Liverpool. Dan lagu YNWA kali itu juga turut sukses dan diputar di setiap penjuru kota, menjadi nafas baru bagi para penduduk Liverpool.

Stadion mulai kembali penuh, kota yang dulu hampir mati kini bangkit kembali. Geliat ekonomi kembali berputar, semangat baru lahir untuk semua pecinta dan masyarakat Liverpool. Semua masyarakat berjuang bersama dan mengamalkan pesan semangat yang diselipkan lagu YNWA, bahwa kamu tidak pernah berjuang sendirian, dan di setiap badai, ada langit indah yang datang setelahnya.

Berikut ini bagaimana momen kebersamaan para pemain dan supporter dalam menyanyikan lagu YNWA!

Dan ini adalah versi pop terbaik yang dibawakan oleh Gerry and Pacemakers

Selamat menikmati! YNWA!

Redaktur Tulisan: Supri Alvin

Related posts

Film Horor yang Wajib Kamu Tonton!

redaksi

Sehari Menjadi Petualang di Pelaruga

redaksi

Buku Kedua dari Tetralogi Buru Karya Pramoedya : Anak Semua Bangsa

redaksi