Home Kabar Kampus Adakan Pengabdian Mandiri, Dosen FISIP USU Manfaatkan Radio Komunitas dalam Antisipasi Hoax Bertema Kearifan Lokal
Kabar KampusKabar SUMUT

Adakan Pengabdian Mandiri, Dosen FISIP USU Manfaatkan Radio Komunitas dalam Antisipasi Hoax Bertema Kearifan Lokal

Share

Reporter: Anastasya Hasugian

Suara USU, Medan. Dosen Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan Program Pengabdian Mandiri yang berlokasi di Deli Serdang. Pengabdian Mandiri ini terdiri dari Yovita Sabarina Sitepu, S.Sos., M.Si dari program studi Ilmu Komunikasi serta Dra. Februati Trimurni, M.Si., Ph.D dari program studi Ilmu Administrasi Publik. Pengabdian ini dilakukan di salah satu radio yang masih aktif bersiaran di Deli Serdang, yaitu (RKD) Radio Komunitas Desa pada Minggu, (24/09).

Radio Komunitas Desa (RKD) merupakan radio yang sudah berdiri sejak tahun 2016 dengan izin siaran sejak 2017. Radio Komunitas (Rakom) ini berlokasi di Desa Sambirejo Timur, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Rakom masih aktif bersiaran dan menyajikan konten siaran yang berkaitan dengan suku Jawa, seperti penggunaan bahasa, lagu-lagu daerah Jawa, dan sejenisnya. Anggota dan fans radio ini pun mayoritas bersuku Jawa, namun terdapat juga suku lain seperti, suku Karo, dan beberapa suku lainnya.

Pengabdian Mandiri yang dilakukan oleh para Dosen Fisip USU ini mengangkat judul “Pelatihan Pembuatan Konten Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal di Radio Komunitas Desa di Kabupaten Deli Serdang”. Pengabdian ini mengusung tema Pemanfaatan Kearifan Lokal, dalam hal ini adalah bahasa daerah. Ide ini terinspirasi dari kampanye yang sudah pernah dilakukan oleh Japelidi (Jaringan Pegiat Literasi Digital) pada masa Pandemi Covid 2020 lalu. Saat itu, Japelidi mengeluarkan kampanye anti hoax mengenai Covid dengan menggunakan bahasa daerah, berupa edukasi menjaga kebersihan dan jarak untuk menghindari penyebaran Covid yang masih merebak saat itu.

Dengan memanfaatkan Radio Komunitas sebagai media untuk menginformasikan antisipasi hoax, pengabdian ini menciptakan suatu konten siaran di radio dengan dialog berbahasa Jawa yang mengedukasi tentang antisipasi hoax khususnya menjelang tahun politik.

Adapun yang terlibat didalamnya yaitu Misno selaku ketua yang juga turut serta mendampingi perekaman konten, Pak Parno (70) penyiar tertua di RKD, kemudian ada Narno, Sengku, Ila, dan Adi yang dimana juga tim penyiar di Radio Komunitas Desa (RKD).

Kegiatan Pengabdian Mandiri ini berjalan dengan baik dan lancar. Yovita, selaku tim pengabdian di Radio Komunitas ini berharap dengan diputarkannya rekaman tersebut, semakin banyak pula anggota RKD yang menyaring informasi terlebih dahulu sebelum membagikan misinformasi di grup WhatsApp (WA).

Redaktur: Tamara Ceria 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.